DINEWS.ID – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan pemerintah memiliki tugas utama menjaga stabilitas harga pangan, khususnya kebutuhan pokok. Pernyataan itu disampaikan saat menanggapi tren penurunan harga beras di tingkat konsumen.
Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga beras premium saat ini Rp 15.996 per kilogram, turun dari sebelumnya Rp 16.141 per kg. Harga beras medium juga turun menjadi Rp 13.737 per kg dari Rp 14.034 per kg.
“Definisi harga stabil itu sederhana. Kalau naik, jangan lama-lama. Begitu juga kalau turun, jangan lama-lama. Pemerintah harus segera masuk agar harga kembali seimbang, baik untuk petani maupun konsumen,” kata Sudaryono dalam konferensi pers usai membuka seminar nasional mahasiswa pertanian di kantor Kementan, Rabu (10/9/2025).
Sudaryono menjelaskan intervensi pemerintah bertujuan menciptakan keseimbangan, sehingga produsen tetap sejahtera dan konsumen mendapatkan harga sesuai daya beli. Menurutnya, fluktuasi harga pangan kerap dipicu bencana alam, hambatan distribusi, maupun aksi unjuk rasa yang memengaruhi rantai pasok.
Selain beras, sejumlah komoditas pangan lain juga mengalami penurunan harga:
- Jagung: Rp 6.440 per kg (sebelumnya Rp 6.636)
- Kedelai impor: Rp 10.596 per kg (sebelumnya Rp 10.709)
- Bawang merah: Rp 40.962 per kg (sebelumnya Rp 44.096)
- Bawang putih bonggol: Rp 35.774 per kg (sebelumnya Rp 37.898)
- Cabai merah keriting: Rp 50.793 per kg (sebelumnya Rp 52.704)
- Cabai merah besar: Rp 43.707 per kg (sebelumnya Rp 45.331)
- Cabai rawit merah: Rp 44.403 per kg (sebelumnya Rp 46.827)
Untuk protein hewani, harga daging ayam ras turun menjadi Rp 36.366 per kg, telur ayam ras Rp 29.131 per kg, sedangkan harga daging sapi murni naik tipis menjadi Rp 135.593 per kg.
Harga minyak goreng juga terkoreksi, baik kemasan maupun curah, dengan minyak goreng kemasan Rp 20.605 per liter, curah Rp 17.222 per liter, dan Minyakita Rp 17.292 per liter. Di sektor perikanan, harga ikan kembung naik menjadi Rp 42.507 per kg, sementara ikan tongkol dan bandeng tercatat turun.
Sudaryono menekankan, melalui intervensi yang tepat, pemerintah berkomitmen menjaga inflasi pangan tetap terkendali. “Tujuannya agar kesejahteraan petani terjaga, sementara masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” ujarnya.








