Dokter Temukan Kasus Alergi Sperma Jadi Penyebab Gangguan Kesuburan

alergi sperma
Dokter Temukan Kasus Alergi Sperma Jadi Penyebab Gangguan Kesuburan. Foto : Ilustrasi/freepik.com

DINEWS.ID – Seorang perempuan berusia 29 tahun di Lituania dilaporkan mengalami kondisi medis langka berupa alergi sperma manusia. Kondisi ini disebut sebagai seminal plasma hypersensitivity (SPH) atau hipersensitivitas plasma seminal, dan menjadi penyebab kegagalannya hamil selama empat tahun terakhir.

Menurut laporan News18, Minggu (26/7/2025), perempuan yang tidak disebutkan namanya tersebut telah menjalani program bayi tabung sebanyak dua kali, namun tidak membuahkan hasil. Awalnya, tim dokter menduga masalah kesuburan dipicu oleh riwayat alergi yang sudah dimilikinya, seperti asma, alergi terhadap debu, bulu kucing, dan jamur.

Serangkaian tes lanjutan, termasuk tes darah dan tes kulit, menunjukkan peningkatan kadar eosinophil, sel darah putih yang berperan dalam respons alergi. Tes kulit juga mengonfirmasi sensitivitas terhadap berbagai alergen seperti tungau, serbuk sari, serangga, dan anjing.

Tim medis kemudian menemukan bahwa tubuh pasien menunjukkan reaksi terhadap protein Can f 5, yang ditemukan dalam bulu dan urine anjing serta memiliki kaitan dengan protein dalam sperma manusia.

Setelah berhubungan intim tanpa kondom, pasien mengalami gejala seperti hidung tersumbat, bersin, mata perih, serta rasa tidak nyaman di area genital, gejala khas reaksi alergi terhadap air mani.

SPH merupakan kondisi langka di mana sistem kekebalan tubuh perempuan bereaksi terhadap protein sperma seolah-olah merupakan ancaman, memicu reaksi alergi mirip dengan alergi terhadap kacang atau bulu hewan.

Kondisi ini umumnya ditangani dengan penggunaan kondom sebagai metode pencegahan kontak langsung.

Namun, dalam kasus ini, pasien memilih tidak menggunakan kondom karena tetap ingin hamil secara alami. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *