DINEWS.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan temuan lima jenis pupuk palsu yang beredar di pasaran, dengan potensi kerugian bagi petani mencapai Rp 3,2 triliun.
Menurut Amran, peredaran pupuk palsu tersebut sangat merugikan petani, apalagi sebagian besar menggunakan dana pinjaman program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Jika gagal panen akibat penggunaan pupuk tersebut, para petani berisiko mengalami kebangkrutan.
“Bayangkan, kalau pupuknya palsu, itu kerugian petani, baru kita temukan di lima pupuk palsu Rp 3,2 triliun. Tapi ini bukan soal nominalnya, petaninya langsung bangkrut, ini pinjaman, pinjaman KUR,” ujar Amran, Minggu (13/7).
Meskipun belum memerinci lokasi dan jenis pupuk yang dimaksud, Amran menegaskan pihaknya akan menindak tegas para pelaku pemalsuan sesuai aturan hukum yang berlaku. Ia menyayangkan masih adanya pihak yang menipu petani dengan menjual pupuk palsu.
Amran menegaskan komitmennya memajukan sektor pertanian demi meningkatkan kesejahteraan petani dan mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. “Kami ingin Indonesia menjadi lumbung pangan dunia seperti perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto,” kata dia. ***







