Harga Minyak Naik Usai AS-China Sepakat Lanjutkan Perundingan Dagang

Harga minyak
Ilustrasi/freepik

DINEWS.ID Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan setelah sempat turun pada perdagangan sebelumnya. Kabar mengenai kesepakatan Amerika Serikat (AS) dan China untuk menggelar perundingan perdagangan menjadi sentimen utama penggerak harga.

Minyak mentah berjangka Brent ditutup naik 48 sen atau 0,7 persen menjadi US$ 65,34 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 52 sen atau 0,8 persen ke level US$ 63,37 per barel.

“Jika kita menjauh dari ambang perang dagang besar, itu akan meningkatkan ekspektasi permintaan minyak baik di AS maupun di China,” kata analis senior di Price Futures Group, Phil Flynn, dikutip dari Reuters.

Presiden AS Donald Trump juga menyampaikan optimismenya terhadap pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping yang akan difokuskan pada isu perdagangan. “Kami dalam kondisi yang sangat baik dengan China terkait kesepakatan perdagangan,” kata Trump melalui akun media sosialnya.

Selain sentimen perdagangan, faktor geopolitik dan kebakaran hutan di Kanada turut mendukung kenaikan harga minyak karena mengancam produksi. Meski demikian, pasar tetap mewaspadai potensi kelebihan pasokan pada paruh kedua 2025 akibat peningkatan produksi dari negara-negara OPEC+.

Untuk menekan harga dan mempertahankan pangsa pasar, Arab Saudi memangkas harga jual minyak ke Asia mendekati level terendah dalam dua bulan. Langkah ini menyusul keputusan OPEC+ akhir pekan lalu untuk menaikkan produksi sebesar 411.000 barel per hari pada Juli.

Sebagai pemimpin de facto OPEC, Arab Saudi juga berencana memotong produksi sebesar 2,2 juta barel per hari mulai Juni hingga akhir Oktober, sebagai bagian dari strategi jangka pendek untuk mengurangi kelebihan pasokan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *