Chile Tarik Seluruh Atase Militer dari Israel sebagai Protes atas Krisis Kemanusiaan di Gaza

Chile
Warga Palestina berjuang untuk menerima makanan matang yang didistribusikan di dapur umum di daerah Muwasi, Khan Younis, di Jalur Gaza, Jumat, 23 Mei.

DINEWS.ID – Pemerintah Chile resmi menarik seluruh atase militernya dari Kedutaan Besar Chile di Israel sebagai bentuk protes terhadap krisis kemanusiaan yang berlangsung di Jalur Gaza. Keputusan ini diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Chile pada Rabu, 28 Mei 2025.

Dalam pernyataan resminya, Kemlu Chile menyatakan bahwa langkah ini telah dikomunikasikan langsung kepada otoritas Israel. Pemerintah Chile menilai situasi di Gaza sangat mengkhawatirkan akibat serangan militer dan blokade yang dilakukan Israel.

Tiga pejabat yang ditarik dari Israel adalah Atase Pertahanan dan Angkatan Udara Kolonel Christian Stuardo Núñez, Atase Militer Kolonel Marcelo Elo Rodríguez, serta Atase Angkatan Laut Kapten Pedro Pérez Flores.

Chile menuding Israel melakukan operasi militer yang tidak proporsional dan menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah Chile juga kembali menyerukan penghentian operasi militer di wilayah pendudukan Palestina, akses terhadap bantuan kemanusiaan, serta penghormatan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter.

Langkah ini mencerminkan ketegangan diplomatik yang terus meningkat antara kedua negara. Hubungan Chile dan Israel telah memburuk sejak Presiden Gabriel Boric menolak menerima surat kepercayaan dari Duta Besar Israel Gil Artzyeli pada September 2022. Pada April 2024, Chile juga menolak partisipasi Israel dalam ajang International Air and Space Fair (FIDAE).

Sebelumnya, pada November 2023, Chile menarik duta besarnya dari Tel Aviv setelah serangan Israel ke kamp pengungsi di Gaza. Chile juga menyatakan dukungannya terhadap gugatan Afrika Selatan terhadap Israel di Mahkamah Internasional (ICJ).

Pada hari yang sama dengan pengumuman penarikan atase, setidaknya 24 warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel di Gaza. Agresi militer Israel di wilayah tersebut telah berlangsung selama 600 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *