DINEWS.ID – Kabupaten Bogor kembali menghadirkan destinasi wisata alam dengan pendekatan ekowisata. EIGER meresmikan EIGER Nature di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 27 Oktober 2026. Destinasi ini dirancang untuk memadukan petualangan, edukasi, dan pelestarian alam.
Mengusung tema “Menjaga dan Merawat Alam, Bergerak Bersama untuk Indonesia”, EIGER Nature membawa gagasan bahwa wisata alam bukan sekadar aktivitas menikmati pemandangan, tetapi juga kesempatan untuk mengenal lingkungan dan menumbuhkan kepedulian terhadap kelestariannya.
Peresmian tersebut dihadiri sejumlah pejabat negara dan pemerintah daerah, di antaranya Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Ahmad Muzani, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, serta Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.
Turut hadir Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, serta Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Menteri Pariwisata Tekankan Wisata Aman dan Berkelanjutan
Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan apresiasi kepada tim EIGER Nature yang telah mendedikasikan waktu sekitar lima tahun untuk membangun dan mengembangkan destinasi tersebut.
Menurut Widiyanti, pengembangan pariwisata perlu dilakukan dengan memperhatikan kepatuhan terhadap peraturan, keselamatan wisatawan, dan pelestarian lingkungan. Ketiga aspek itu menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman wisata alam yang berkualitas dan bertanggung jawab.
“Saya berharap EIGER Nature dapat terus menghadirkan pengalaman wisata alam yang berkualitas, aman, dan bertanggung jawab, dengan mengintegrasikan kegiatan petualangan, edukasi lingkungan, konservasi, serta pemberdayaan masyarakat,” ujar Widiyanti.
Ia juga menegaskan bahwa investasi pariwisata berkualitas tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan usaha. Manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan perlu menjadi bagian dari pengembangan destinasi.
Dengan pendekatan tersebut, EIGER Nature diharapkan dapat membuka peluang usaha dan lapangan kerja, sekaligus memperkuat daya saing wisata alam Indonesia.
Harapan itu menempatkan keberlanjutan sebagai salah satu perhatian utama dalam pengembangan pariwisata. Destinasi alam tidak hanya perlu menarik pengunjung, tetapi juga menjaga lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
EIGER Ingin Mengembalikan Manfaat bagi Alam Indonesia
Bagi EIGER, kehadiran destinasi ini berangkat dari perjalanan hampir empat dekade di dunia petualangan. Perusahaan tersebut memandang alam Indonesia bukan hanya sebagai tempat untuk dijelajahi, melainkan bagian dari kehidupan yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Founder & Chairman EIGER Group, Ronny Lukito, mengatakan bahwa pengembangan EIGER Nature merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memberikan kontribusi yang lebih luas bagi Indonesia.
“Selama hampir empat dekade, alam Indonesia telah memberikan begitu banyak inspirasi bagi perjalanan EIGER. Melalui EIGER Nature, kami ingin belajar memberikan kembali, dengan menjaga alam, merawat kehidupan, dan mengajak lebih banyak orang untuk menghargai kekayaan yang kita miliki. Sebab, warisan terbaik bukan hanya tempat yang indah untuk dikunjungi, tetapi alam yang tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ujar Ronny.
Pernyataan tersebut menggambarkan arah pengembangan EIGER Nature yang tidak hanya berorientasi pada pengalaman berwisata. Ada pula upaya untuk mengajak pengunjung memahami nilai alam dan tanggung jawab manusia dalam merawatnya.
Pendekatan ini sejalan dengan tema yang diusung saat peresmian, yakni menghubungkan alam, budaya, dan manusia. Ketiganya menjadi bagian dari gagasan ekowisata yang ingin diperkenalkan melalui destinasi tersebut.
Alam Menjadi Aset Utama EIGER Nature
Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, menegaskan bahwa alam merupakan aset utama sekaligus fondasi pengembangan destinasi di Megamendung, Kabupaten Bogor.
Karena itu, pengalaman yang ditawarkan tidak berhenti pada kesempatan menikmati keindahan lingkungan. Pengunjung juga diharapkan dapat mengenal alam lebih dekat hingga tumbuh keinginan untuk ikut menjaganya.
“Aset utama EIGER Nature adalah alamnya. Kami berharap setiap pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga mengenalnya, jatuh cinta kepadanya, dan pada akhirnya ikut merawatnya. Kami juga berharap apa yang kami bangun di Megamendung ini dapat menjadi berkat bagi alam, budaya, dan manusia yang hidup di atasnya,” ujar Imanuel.
Harapan tersebut menempatkan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari pengalaman berwisata yang ingin dibangun EIGER Nature. Petualangan dan edukasi diharapkan dapat berjalan beriringan dengan kesadaran untuk menjaga kelestarian alam.
Meski demikian, keberlanjutan destinasi wisata pada akhirnya juga berkaitan dengan bagaimana prinsip-prinsip tersebut diterapkan dalam pengelolaan sehari-hari, termasuk perhatian terhadap keselamatan pengunjung dan lingkungan sekitar.
Kapan EIGER Nature Dibuka untuk Publik?
Setelah diresmikan pada 27 Oktober 2026, EIGER Nature dijadwalkan mulai menerima kunjungan publik secara bertahap pada 2 November 2026.
Kehadiran destinasi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman petualangan yang bermakna sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap alam, budaya, dan Indonesia.
Apresiasi Menteri Pariwisata terhadap pengembangan EIGER Nature juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas wisata, manfaat ekonomi, keselamatan pengunjung, dan kelestarian lingkungan.
Bagi Kabupaten Bogor, EIGER Nature menambah kehadiran destinasi yang membawa konsep ekowisata. Tantangan berikutnya adalah memastikan komitmen menjaga alam tidak berhenti pada tema dan peresmian, tetapi menjadi bagian nyata dari pengalaman wisata serta pengelolaan destinasi dalam jangka panjang.
Dengan pembukaan bertahap mulai 2 November 2026, masyarakat akan memiliki kesempatan untuk mengenal destinasi ini sekaligus melihat bagaimana gagasan petualangan dan pelestarian alam diterapkan di lapangan.













