DINEWS.ID – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) memperluas jangkauan pendidikan tingginya dengan menghadirkan kampus di Kota Bogor. Pada tahap awal, kampus ini akan membuka dua program studi sarjana yang dijadwalkan memulai perkuliahan pada September 2027.
Dua program studi tersebut adalah Arsitektur dan Smart Green Industrial Systems, program di bawah bidang Teknik Industri yang mengintegrasikan aspek digitalisasi dan keberlanjutan dalam sistem industri.
Pembukaan kampus UNPAR Bogor diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi sekaligus menghadirkan pilihan studi yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan dan perkembangan industri.
Rektor UNPAR, Tri Basuki Joewono, menjelaskan bahwa jumlah mahasiswa pada tahap awal akan dibatasi untuk menjaga kualitas proses pembelajaran.
Masing-masing program studi direncanakan menerima sekitar 30 hingga 40 mahasiswa pada tahap awal. Jumlah tersebut akan dikembangkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan penyelenggaraan pendidikan.
Penjelasan itu disampaikan Tri saat peresmian kampus UNPAR Bogor di Jalan Kapten Muslihat Nomor 22, Kota Bogor, Sabtu (10/10/2026).
UNPAR Bogor Buka Arsitektur dan Smart Green Industrial Systems
Kehadiran dua program studi tersebut menjadi langkah awal UNPAR dalam memperluas layanan pendidikan tinggi di luar kampus utamanya di Bandung.
Mengutip laman resmi UNPAR, kampus Bogor menyediakan program sarjana Arsitektur dan Smart Green Industrial Systems. Lokasinya berada di kawasan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. <Cite refs={[“turn737549search0”]}/>
Program Arsitektur berfokus pada pengembangan kemampuan desain, pemahaman terhadap konteks lokal, serta tanggung jawab sosial dalam merancang lingkungan binaan.
Sementara itu, Smart Green Industrial Systems menggabungkan pendekatan keberlanjutan dan pemanfaatan teknologi digital dalam sistem industri terintegrasi.
Program tersebut dirancang untuk mempelajari berbagai aspek teknik industri, termasuk sistem produksi, rantai pasok, pengelolaan sumber daya, serta peningkatan efektivitas dan efisiensi proses kerja. <Cite refs={[“turn737549search1″,”turn737549search6”]}/>
Menurut Tri Basuki Joewono, pemilihan kedua program studi tersebut tidak terlepas dari pembahasan bersama Pemerintah Kota Bogor mengenai kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten.
Arsitektur berkaitan dengan kebutuhan tenaga profesional untuk mendukung pembangunan kawasan dan lingkungan binaan. Adapun bidang sistem industri berkelanjutan berkaitan dengan pengembangan proses industri yang memanfaatkan teknologi dan memperhatikan aspek keberlanjutan.
UNPAR juga menyatakan bahwa penyelenggaraan pendidikan di kampus Bogor mengikuti tata kelola akademik sesuai standar universitas, dengan kurikulum yang terintegrasi dengan kampus utama di Bandung. <Cite refs={[“turn737549search0”]}/>
Arsitektur UNPAR Kantongi Akreditasi Internasional

Kualitas akademik menjadi salah satu aspek yang disoroti dalam pembukaan kampus baru tersebut.
Pada kampus utamanya, program sarjana Arsitektur UNPAR memiliki peringkat akreditasi Unggul secara nasional. Program Arsitekturnya juga memperoleh akreditasi internasional dari Korea Architectural Accrediting Board (KAAB) untuk jalur pendidikan Arsitektur 4+2, yang mencakup program sarjana dan magister alur desain. <Cite refs={[“turn737549search3″,”turn737549search11”]}/>
Sementara itu, program sarjana Teknik Industri UNPAR tercatat memiliki akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Keteknikan (LAM Teknik). Smart Green Industrial Systems di kampus Bogor berada di bawah tata kelola dan standardisasi Teknik Industri UNPAR Bandung. <Cite refs={[“turn737549search6″,”turn737549search7”]}/>
Meski demikian, status akreditasi tersebut perlu dibedakan dari izin pembukaan program di kampus Bogor. Izin penyelenggaraan PSDKU merupakan dasar legal pembukaan program di lokasi baru, sedangkan akreditasi berkaitan dengan penilaian mutu program pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan publikasi resmi UNPAR pada Agustus 2026, universitas tersebut telah menerima Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 831/B/O/2026 tentang izin pembukaan PSDKU untuk program sarjana Arsitektur dan Teknik Industri di Kota Bogor. <Cite refs={[“turn737549search9”]}/>
Pemkot Bogor Sambut Kehadiran Kampus Baru
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyambut kehadiran UNPAR di Kota Bogor. Menurutnya, program Arsitektur memiliki relevansi dengan kebutuhan pembangunan daerah, terutama dalam pemenuhan tenaga profesional yang mempunyai kompetensi sesuai bidangnya.
Dedie menilai kebutuhan terhadap tenaga arsitek akan terus ada seiring berlangsungnya pembangunan di berbagai wilayah.
“Keahlian arsitektur akan tetap dibutuhkan sampai kapan pun. Setiap bangsa dan negara, termasuk Kota Bogor, memerlukan tenaga arsitek untuk mendukung pembangunan,” kata Dedie.
Ia juga menyoroti pentingnya kompetensi dan sertifikasi profesional bagi lulusan perguruan tinggi. Menurutnya, tenaga ahli yang memenuhi persyaratan kompetensi dibutuhkan agar mampu menjalankan pekerjaan sesuai standar profesi.
“Ke depan, kita membutuhkan lebih banyak arsitek yang memiliki kompetensi dan sertifikasi. Dengan kehadiran program studi Arsitektur di Bogor, mahasiswa memiliki akses pendidikan yang mudah dijangkau dan siap berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah dengan kompetensi yang kuat di dunia kerja,” tutup Dedie.
Kehadiran kampus UNPAR di Bogor diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat setempat. Selain itu, keberadaan program studi yang berkaitan dengan pembangunan dan industri berkelanjutan membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
UNPAR Bogor Buka Peluang Program Studi Lain
Selain dua program studi yang menjadi fokus awal, UNPAR membuka peluang untuk mengembangkan pilihan pendidikan di Kota Bogor pada masa mendatang.
Tri Basuki Joewono menyebut salah satu kemungkinan pengembangan berkaitan dengan kebutuhan tenaga pendidik di daerah. Peluang tersebut dapat dijajaki melalui kolaborasi dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNPAR yang memiliki tujuh program studi, sebagaimana disampaikan dalam peresmian kampus.
Namun, pengembangan tersebut masih berupa peluang yang akan disesuaikan dengan kebutuhan dan pembahasan lebih lanjut.
Peresmian kampus UNPAR Bogor juga memiliki nilai historis bagi universitas. Tri menyebut kehadiran UNPAR di kota ini sebagai bentuk kembali ke akar sejarah, mengingat salah satu pendiri universitas tersebut adalah Uskup Bogor.
Dengan rencana perkuliahan mulai September 2027, UNPAR Bogor menjadi perluasan layanan pendidikan tinggi yang menggabungkan pengembangan akademik, kebutuhan sumber daya manusia, dan peluang kerja sama dengan pemerintah daerah.
Untuk tahap awal, calon mahasiswa dapat mencermati informasi penerimaan mahasiswa baru melalui laman resmi UNPAR Bogor, termasuk persyaratan dan jadwal pendaftaran yang diumumkan universitas.







