Garuda Menggila! Sepekan, Indonesia Tak Terkalahkan 3 Kali dari Thailand

timnas lagi
Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026. Dok: Ig Timnas Indonesia

DINEWS.ID — Sepak bola Indonesia sedang menikmati pekan yang istimewa. Dalam rentang 5–8 Oktober 2026, Timnas Indonesia, Borneo FC Samarinda, dan Persib Bandung sama-sama berhasil menghindari kekalahan saat menghadapi wakil Thailand di tiga pertandingan berbeda.

Momen itu dimulai dari keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti pada Senin 5 Oktoiber 2026. Dua hari kemudian, Borneo FC menahan imbang Buriram United 0-0. Euforia berlanjut pada Kamis (8/10/2026), ketika Persib Bandung membalikkan keadaan untuk menaklukkan Port FC dengan skor 3-1.

Tiga hasil tersebut menghadirkan cerita yang berbeda, tetapi memiliki benang merah yang sama: wakil Indonesia mampu menghadapi lawan dari Thailand tanpa menelan kekalahan.

Bagi suporter Merah Putih, rangkaian hasil ini terasa semakin spesial karena kemenangan Timnas atas Thailand bukan sekadar tambahan trofi. Hasil tersebut juga mengakhiri penantian panjang dalam persaingan melawan salah satu kekuatan sepak bola Asia Tenggara.

Timnas Indonesia Akhiri Penantian, Thailand Takluk di Final

Puncak euforia terjadi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 5 Oktober 2026. Timnas Indonesia memastikan diri sebagai juara edisi perdana FIFA ASEAN Cup setelah melewati final dramatis melawan Thailand.

Pertandingan berlangsung sengit hingga babak tambahan. Indonesia membuka keunggulan melalui Dean James pada menit ke-84, tetapi Thailand menyamakan kedudukan tiga menit kemudian lewat Iklas Sanron.

Drama berlanjut pada babak tambahan. Thailand sempat unggul 2-1 melalui Peeradol Chamrasamee pada menit ke-111. Namun, Elkan Baggott mencetak gol penyeimbang pada menit ke-116 sehingga skor menjadi 2-2 dan pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Dalam babak penentuan, Indonesia menang 4-2. Kiper Emil Audero menjadi salah satu sosok penting setelah menggagalkan tendangan Nattapong Sayriya, sementara Sarach Yooyen juga gagal menjalankan tugasnya untuk Thailand.

Hasil itu memastikan Indonesia menjadi juara turnamen sekaligus menorehkan sejarah baru bagi tim nasional senior.

FIFA mencatat, sebelum final tersebut, Indonesia telah melewati delapan pertandingan dan sekitar sepuluh tahun tanpa kemenangan atas Thailand. Kemenangan di GBK pun menjadi momen penting untuk mematahkan catatan tersebut.

Lebih dari sekadar hasil pertandingan, gelar itu juga memiliki makna emosional. Indonesia pernah mengalami kekecewaan ketika menghadapi Thailand dalam sejumlah final besar, termasuk SEA Games 1997 dan Piala Tiger 2002. Dalam kedua kesempatan tersebut, Thailand keluar sebagai pemenang melalui adu penalti.

Kali ini, cerita berbeda tercipta. Di stadion yang sama, Indonesia akhirnya mampu melewati lawan yang pernah menjadi penghalang dalam perebutan gelar.

Borneo FC Tahan Buriram, Persib Bungkam Port FC

Momentum positif Indonesia tidak berhenti di level tim nasional. Persaingan antarklub di ASEAN juga menghadirkan dua hasil yang menguntungkan wakil Indonesia.

Pada Rabu 7 Oktober 2026, Borneo FC Samarinda bertandang ke markas Buriram United dalam pertandingan ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/2027. Menghadapi klub Thailand yang berstatus juara bertahan, Borneo FC berhasil membawa pulang satu poin setelah pertandingan berakhir imbang 0-0.

Pada pertandingan tersebut, Buriram kesulitan menuntaskan peluang di sepertiga akhir lapangan. Situasi tuan rumah semakin sulit setelah Narubadin Weerawatnodom menerima kartu kuning kedua menjelang akhir pertandingan dan harus meninggalkan lapangan.

Borneo FC pun berhasil menahan tekanan lawan sekaligus mengamankan hasil imbang di kandang Buriram.

borneo fc

Hasil tersebut bukan kemenangan, tetapi tetap penting dalam konteks persaingan antarklub Indonesia dan Thailand. Borneo FC mampu mengimbangi tim yang memiliki rekam jejak kuat di kompetisi klub kawasan ASEAN.

Sehari kemudian, giliran Persib Bandung yang mencuri perhatian. Menghadapi Port FC di Stadion Thammasat, Thailand, pada Kamis 8 Oktober 2026, Persib sempat tertinggal lebih dahulu setelah Soonsup Bell mencetak gol melalui penalti pada menit ke-65.

perdib

Namun, Pangeran Biru tidak menyerah. Mariano Peralta menyamakan kedudukan pada menit ke-86. Persib kemudian berbalik unggul melalui gol Berguinho pada menit ke-90+1, sebelum Luka Menalo memastikan kemenangan 3-1 pada menit ke-90+5.

Kemenangan tersebut memperlihatkan kemampuan Persib menjaga tekanan hingga akhir pertandingan. Ketika peluang untuk membawa pulang hasil positif masih terbuka, tim asal Bandung itu terus mencari celah dan akhirnya mencetak dua gol tambahan pada masa injury time.

Dengan hasil tersebut, dalam tiga pertandingan beruntun melawan tim Thailand, wakil Indonesia mencatat satu kemenangan lewat adu penalti di level tim nasional, satu hasil imbang melalui Borneo FC, dan satu kemenangan Persib Bandung di kompetisi antarklub.

Catatan ini menjadi modal positif bagi sepak bola Indonesia, meski tiga pertandingan tersebut berlangsung dalam kompetisi berbeda dan tidak bisa dijadikan ukuran tunggal untuk menyimpulkan siapa yang lebih kuat secara keseluruhan.

Indonesia Vs Thailand, Apakah Rivalitas Baru Mulai Menguat?

Rangkaian hasil ini memunculkan pertanyaan menarik: apakah rivalitas sepak bola Indonesia kini mulai bergeser dari Malaysia ke Thailand?

Jawabannya belum tentu. Indonesia dan Malaysia memiliki rivalitas panjang yang kerap disebut Derby Nusantara. Pertemuan keduanya tidak hanya berlangsung di lapangan, tetapi juga dibingkai oleh kedekatan geografis, sejarah, budaya, dan tingginya perhatian suporter.

FIFA sendiri menggunakan istilah Nusantara Derby ketika melaporkan pertandingan Indonesia melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan tersebut berakhir imbang 0-0 meskipun Indonesia harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Thom Haye mendapat kartu merah.

Sementara itu, Thailand memiliki tempat tersendiri dalam sejarah persaingan sepak bola Indonesia. Kedua negara berkali-kali bertemu dalam pertandingan penting, termasuk final turnamen regional yang menghadirkan tekanan besar bagi kedua tim.

Kekalahan Indonesia dari Thailand melalui adu penalti pada final SEA Games 1997 dan Piala Tiger 2002 menjadi bagian dari memori sepak bola nasional. Karena itu, keberhasilan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 dengan mengalahkan Thailand terasa seperti kesempatan untuk menulis ulang cerita lama.

Di level klub, pertemuan Borneo FC dengan Buriram United dan Persib dengan Port FC juga memperlihatkan bahwa persaingan Indonesia–Thailand tidak hanya hidup dalam pertandingan tim nasional. Kompetisi antarklub memberikan panggung lain bagi kedua negara untuk mengukur kualitas permainan, kedalaman skuad, dan kemampuan menghadapi tekanan di kandang lawan.

Meski demikian, menyebut Thailand telah menggantikan Malaysia sebagai rival utama Indonesia masih terlalu dini. Rivalitas tidak hanya ditentukan oleh tiga hasil pertandingan dalam satu pekan. Konsistensi pertemuan, pertaruhan gelar, persaingan antargenerasi, serta respons suporter turut membentuknya.

Yang dapat dikatakan saat ini, kemenangan Timnas atas Thailand memberikan alasan baru bagi publik Indonesia untuk kembali membicarakan rivalitas tersebut. Ketika hasil positif di level klub menyusul, perhatian terhadap persaingan Indonesia–Thailand pun semakin kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *