DINEWS.ID – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bogor segera meluncurkan inovasi digital Sistem Pemetaan Kerawanan (Si Peka) untuk memetakan berbagai potensi kerawanan di tengah masyarakat secara cepat, akurat, dan berbasis data.
Aplikasi Si Peka disiapkan sebagai bagian dari penguatan sistem kewaspadaan dini daerah. Melalui sistem ini, informasi mengenai potensi konflik sosial, ekonomi, keagamaan, maupun persoalan kewilayahan lainnya dapat terdokumentasi dan terintegrasi secara digital.
Kepala Kesbangpol Kota Bogor, Hidayatulloh, mengatakan inovasi tersebut lahir dari kebutuhan untuk memperbaiki sistem pelaporan potensi konflik yang selama ini masih banyak dilakukan secara manual.
“Selama ini informasi yang kami terima terkait potensi konflik itu laporannya masih bersifat manual dari pelapor atau warga. Oleh karena itu, kami butuh data yang terdokumentasi dengan baik secara digital,” ujar Hidayatulloh, Rabu (20/8/2026).
Menurutnya, keberadaan Si Peka nantinya tidak hanya berfungsi sebagai media pelaporan, tetapi juga menjadi basis data bagi Pemerintah Kota Bogor dalam menentukan kebijakan dan langkah pencegahan.
Data yang terkumpul akan digunakan sebagai landasan pengambilan keputusan berbasis data (data-driven) oleh Wali Kota Bogor maupun organisasi perangkat daerah (OPD). Dengan pemetaan kondisi setiap wilayah secara lebih jelas, pemerintah dapat menentukan intervensi dan program penanganan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Stabilitas Wilayah Dukung Investasi dan Lapangan Kerja
Hidayatulloh menegaskan, menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan Kota Bogor.
Menurutnya, kondisi wilayah yang aman dan kondusif akan menciptakan kepercayaan bagi investor sekaligus membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat.
“Visi memajukan Kota Bogor tidak akan bisa terwujud kalau masih terjadi konflik, orang tidak akan mau berinvestasi kalau kondisinya tidak aman. Makanya stabilitas ini harus kita jaga,” tegasnya.
Selain menjaga stabilitas sosial dan keamanan, sistem tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah dalam merawat kerukunan masyarakat, termasuk dalam aspek kehidupan umat beragama.
Si Peka Libatkan RT/RW, FKDM, PKK, Babinsa hingga Bhabinkamtibmas
Dalam penerapannya, Kesbangpol Kota Bogor menyiapkan mekanisme pelaporan secara berjenjang dengan melibatkan unsur kewilayahan sebagai sumber informasi dari tingkat paling bawah.
Pada tahap awal, pelaporan akan melibatkan Ketua RT/RW, kader kewilayahan seperti FKDM dan PKK, serta bersinergi dengan unsur keamanan, yakni Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Informasi yang dihimpun dari lapangan kemudian akan dikurasi dan terintegrasi ke dalam sistem untuk memberikan gambaran mengenai kondisi kerawanan di masing-masing wilayah.
Data tersebut selanjutnya dapat dipantau melalui dashboard Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor.
Hidayatulloh menjelaskan, sistem ini nantinya memungkinkan pemerintah memperoleh informasi mengenai isu yang berkembang di suatu wilayah secara lebih cepat.
“Dengan adanya sistem kewaspadaan dini daerah ini, upaya preemtif dan preventif bisa berjalan efektif. Kalau nanti ada yang ingin tahu, ‘Di wilayah Kecamatan Tanah Sareal sedang ada isu apa sih hari ini?’, kita bisa sajikan informasinya secara real-time dalam bentuk data-data statistik,” jelasnya.
Pemerintah Didorong Bergerak Lebih Cepat
Dengan tersedianya data secara terintegrasi dan real-time, Kesbangpol berharap pemerintah dapat merespons potensi persoalan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Informasi yang muncul dalam sistem akan menjadi bahan bagi Wali Kota bersama perangkat daerah terkait untuk menentukan langkah penanganan sesuai kondisi di masing-masing wilayah.
Konsep tersebut sekaligus memperkuat pendekatan preemtif dan preventif, sehingga pemerintah tidak hanya bertindak setelah terjadi persoalan, tetapi dapat melakukan pencegahan berdasarkan indikasi dan data yang tersedia.
Kehadiran Si Peka diharapkan menjadi salah satu instrumen digital Pemerintah Kota Bogor dalam memperkuat deteksi dini potensi konflik, menjaga kondusivitas wilayah, serta mendukung terciptanya Kota Bogor yang aman, harmonis, dan kondusif bagi masyarakat maupun dunia usaha. (Yis)
Editor: YB













