DINEWS.ID – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor terus mendorong transformasi tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan berbasis teknologi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menerapkan sistem digital untuk memantau penggunaan bahan bakar minyak (BBM) serta pergerakan kendaraan operasional melalui pemasangan GPS tracker, fuel sensor, dan smart card pada armada operasional.
Inovasi ini menjadi bagian dari upaya Disperumkim Kota Bogor dalam meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran daerah, memperkuat akuntabilitas pengelolaan kendaraan dinas, sekaligus mendukung pelayanan publik yang lebih optimal.
Kepala Disperumkim Kota Bogor, Chusnul Rozaki, mengatakan bahwa penggunaan teknologi digital tersebut dilatarbelakangi tingginya biaya operasional kendaraan dinas yang menggunakan BBM nonsubsidi jenis Dexlite. Karena itu, diperlukan sistem yang mampu memastikan penggunaan bahan bakar dilakukan secara lebih efektif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Melalui inovasi yang diinisiasi Sekretaris Disperumkim ini, kami ingin memastikan penggunaan BBM menjadi lebih efisien sekaligus seluruh aktivitas kendaraan operasional dapat dipantau secara real time. Dengan demikian, pengelolaan armada menjadi lebih transparan dan tepat sasaran,” ujar Chusnul.
Selain mendorong efisiensi anggaran, sistem tersebut juga berfungsi sebagai instrumen pengawasan agar kendaraan operasional digunakan sesuai tugas pokok dan fungsi, sehingga mampu memperpanjang usia pakai armada dan meningkatkan efektivitas operasional di lapangan.
Sekretaris Disperumkim Kota Bogor, Erwin Gunawan, menjelaskan bahwa setiap kendaraan dilengkapi tiga perangkat utama, yaitu GPS tracker untuk memantau posisi kendaraan, fuel sensor untuk mengukur konsumsi BBM secara akurat, serta smart card yang mencatat seluruh transaksi pengisian bahan bakar.
Menurut Erwin, penerapan sistem ini akan mengubah pola perencanaan kebutuhan BBM dari pendekatan berbasis perkiraan menjadi berbasis data atau evidence-based. Data mengenai rute perjalanan, jarak tempuh, hingga konsumsi BBM akan menjadi dasar dalam menyusun kebutuhan anggaran yang lebih akurat dan efisien.
“Penyusunan anggaran BBM ke depan akan didasarkan pada data riil yang dihasilkan sistem. Dengan demikian, perencanaan menjadi lebih tepat, terukur, dan akuntabel,” jelas Erwin.
Pemasangan perangkat telah dimulai sejak 15 Juli 2026 dan saat ini masih berada pada tahap uji coba serta pengumpulan data. Disperumkim menargetkan hasil evaluasi awal, termasuk besaran efisiensi penggunaan BBM yang dihasilkan, dapat diperoleh pada pertengahan Agustus 2026 sebagai dasar penyusunan standar kebutuhan BBM pada periode anggaran berikutnya.
Penerapan teknologi ini juga menjadi inovasi pertama di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bogor. Disperumkim berharap sistem tersebut dapat menjadi praktik baik (best practice) yang dapat diterapkan oleh perangkat daerah lainnya dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan kendaraan operasional.
Hingga saat ini, sebanyak 15 kendaraan operasional telah dipasangi perangkat digital tersebut. Secara bertahap, seluruh armada Disperumkim yang berjumlah sekitar 40 unit akan dilengkapi sistem serupa, mencakup kendaraan pengangkut sampah, truk penyiraman tanaman, kendaraan sky lift untuk pemeliharaan pohon, hingga kendaraan operasional roda tiga.
Melalui inovasi ini, Disperumkim Kota Bogor menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan berbasis data. Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran, memperkuat pengawasan aset daerah, serta mendukung pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat Kota Bogor. (Red)













