Studi: Interaksi Langsung Kian Berkurang di Era Digital, Teknologi Diduga Jadi Pemicunya

WhatsApp Image 2026 07 21 at 22.12.20
Ilustrasi

DINEWS.IDPerkembangan teknologi digital dinilai telah mengubah cara manusia berinteraksi. Sebuah studi terbaru mengungkap percakapan tatap muka dalam kehidupan sehari-hari semakin berkurang, seiring meningkatnya penggunaan smartphone, media sosial, hingga layanan mandiri berbasis teknologi.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Perspectives on Psychological Science pada Maret 2026 menemukan jumlah kata yang diucapkan seseorang terus menurun selama periode 2005–2019. Rata-rata, seseorang berbicara 338 kata lebih sedikit setiap tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

Peneliti dari University of Arizona, Matthias Mehl, mengatakan temuan tersebut mengindikasikan adanya perubahan pola interaksi sosial yang lebih luas. Menurutnya, teknologi kemungkinan menjadi salah satu faktor yang mengurangi percakapan-percakapan singkat yang dulu menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

Berbagai aktivitas yang sebelumnya membutuhkan komunikasi langsung kini dapat dilakukan tanpa berbicara dengan orang lain, mulai dari pembayaran di kasir, memesan makanan melalui kios digital, hingga mencari arah menggunakan aplikasi navigasi.

Meski demikian, Mehl menegaskan penelitian ini belum membuktikan bahwa teknologi merupakan penyebab tunggal berkurangnya percakapan. Komunikasi melalui pesan instan dan media sosial kemungkinan hanya mengalihkan bentuk komunikasi dari lisan menjadi tulisan.

Studi juga menunjukkan penurunan percakapan lebih besar terjadi pada kelompok usia di bawah 25 tahun dibandingkan kelompok usia yang lebih tua. Namun, tren serupa tetap ditemukan pada semua kelompok umur, menandakan perubahan tersebut terjadi secara luas di masyarakat.

Para peneliti mengingatkan bahwa hasil studi ini masih terbatas pada data masyarakat Barat hingga 2019 sehingga belum menggambarkan perubahan pola komunikasi setelah pandemi Covid-19. Meski begitu, mereka menilai berkurangnya interaksi kecil dalam kehidupan sehari-hari berpotensi memengaruhi kualitas hubungan sosial antarmanusia dalam jangka panjang. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *