DINEWS.ID – Helaran Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 tidak hanya menjadi magnet bagi warga Kota Bogor, tetapi juga menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah. Ribuan masyarakat memadati sepanjang rute kirab di Jalan Jenderal Sudirman untuk menyaksikan parade budaya yang menampilkan kekayaan seni dan tradisi dari enam kecamatan di Kota Bogor.
Salah seorang pengunjung asal Jakarta, Kevin (20), mengaku terkesan dengan kemeriahan perayaan HJB. Menurutnya, ini merupakan pengalaman pertamanya menyaksikan langsung Helaran Bogor dan ia menilai konsep acara yang mengangkat budaya lokal sangat menarik.
“Pas saya sampai, suasananya sangat ramai. Banyak penampilan yang unik dan menarik. Harapannya festival seperti ini bisa lebih sering diadakan, apalagi mengangkat budaya di era modern seperti sekarang. Ini bisa menjadi sarana belajar bagi anak muda untuk lebih mengenal sejarah dan budaya,” ujar Kevin.
Hal senada disampaikan Dina (23), warga Kecamatan Bogor Timur. Ia mengaku datang untuk menyaksikan penampilan salah satu bintang tamu, namun justru menikmati beragam atraksi budaya yang ditampilkan sepanjang kirab.
“Saya awalnya datang untuk melihat penampilan Haruka, tetapi ternyata banyak hal menarik lainnya. Ada parade budaya dari setiap kecamatan, tarian tradisional, jajanan khas, bahkan atraksi barongsai. Acaranya sangat seru,” kata Dina.
Menurut Dina, perpaduan antara pertunjukan budaya dan festival kuliner membuat suasana perayaan semakin semarak. Ia pun berharap Pemerintah Kota Bogor dapat menjadikan festival budaya seperti ini sebagai agenda rutin.
“Saya berharap acara seperti ini bisa lebih sering diadakan karena sangat ramai dan menjadi hiburan bagi masyarakat,” ujarnya.
Helaran HJB ke-544 dinilai berhasil memadukan pelestarian budaya lokal dengan hiburan bagi masyarakat. Keterlibatan komunitas seni, sanggar budaya, dan enam kecamatan di Kota Bogor menjadi daya tarik tersendiri yang juga berpotensi meningkatkan kunjungan wisata.
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan Helaran Pajajaran tahun ini dirancang bukan sekadar pawai, melainkan pertunjukan budaya yang mengangkat sejarah Kerajaan Pakuan Pajajaran melalui konsep teatrikal berjalan.
“Rangkaian Hari Jadi Bogor sudah dimulai sejak 3 Juni melalui sidang paripurna, lomba, pameran, kegiatan seni, budaya, hingga olahraga. Malam ini menjadi puncaknya dengan konsep teatrikal berjalan, sehingga bukan hanya sekadar pawai,” ujar Dedie.
Ia berharap Helaran Pajajaran dapat menjadi tradisi tahunan sekaligus identitas baru Kota Bogor yang mampu memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah, budaya, dan kearifan lokal. (Yis)













