Kenapa Letak Kancing Baju Pria dan Wanita Berbeda? Ternyata Ada Sejarah Panjang di Baliknya

WhatsApp Image 2026 06 21 at 20.19.49
Istimewa

DINEWS.ID – Pernahkah Anda memperhatikan bahwa letak kancing baju pria dan wanita berbeda? Meski terlihat sepele, detail kecil pada pakaian ini ternyata menyimpan sejarah panjang yang sudah berlangsung selama ratusan tahun.

Pada umumnya, kancing baju pria berada di sisi kanan, sedangkan kancing baju wanita berada di sisi kiri. Perbedaan tersebut telah menjadi standar dalam industri fesyen global dan masih dipertahankan hingga saat ini, meskipun tren pakaian unisex semakin berkembang.

Lantas, mengapa posisi kancing pakaian pria dan wanita dibuat berbeda?

Sejumlah sejarawan fesyen menyebut perbedaan itu berawal dari kebiasaan masyarakat Eropa pada abad ke-17 hingga ke-18. Pada masa tersebut, pakaian belum diproduksi secara massal dan dibuat secara khusus sesuai pesanan sehingga belum ada aturan baku mengenai posisi kancing.

Seiring berkembangnya industri pakaian pada akhir abad ke-19, standar penempatan kancing mulai diterapkan secara luas. Salah satu alasan yang paling sering dikaitkan adalah faktor kepraktisan.

Karena mayoritas orang menggunakan tangan kanan sebagai tangan dominan, pakaian pria dirancang agar lebih mudah dikenakan sendiri. Selain itu, pada masa lalu pria kerap membawa senjata atau perlengkapan tertentu sehingga akses cepat terhadap pakaian menjadi pertimbangan penting.

Sementara itu, pakaian wanita memiliki latar belakang yang berbeda. Wanita dari kalangan bangsawan umumnya dibantu pelayan saat berpakaian. Karena pelayan berdiri menghadap majikannya, posisi kancing di sisi kiri dinilai lebih memudahkan proses mengancingkan pakaian menggunakan tangan kanan.

Tak hanya itu, busana wanita pada masa lalu juga dikenal lebih rumit karena terdiri dari berbagai lapisan pakaian, mulai dari korset hingga rok bertumpuk. Kondisi tersebut membuat bantuan orang lain saat berpakaian menjadi hal yang umum.

Beberapa teori lain juga berkembang untuk menjelaskan perbedaan tersebut. Salah satunya berkaitan dengan kebiasaan wanita bangsawan yang menunggang kuda menggunakan posisi sidesaddle atau kedua kaki berada di satu sisi pelana. Penempatan kancing diyakini membantu mengurangi risiko pakaian terbuka saat berkuda.

Ada pula legenda yang mengaitkan perbedaan posisi kancing dengan Napoleon Bonaparte. Namun, sebagian besar sejarawan menilai kisah tersebut lebih bersifat mitos daripada fakta sejarah.

Ketika Revolusi Industri mendorong produksi pakaian secara massal, aturan yang telah berkembang sebelumnya akhirnya diadopsi sebagai standar manufaktur. Sejak saat itu, posisi kancing pria dan wanita terus dipertahankan hingga sekarang.

Meski tampak sebagai detail kecil, perbedaan letak kancing baju ternyata merupakan warisan sejarah yang dipengaruhi budaya, kebiasaan sosial, dan perkembangan industri fesyen selama berabad-abad. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *