DINEWS.ID – Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) kembali menunjukkan eksistensinya di tingkat internasional dengan menghadiri APMA Conference 2026 yang digelar di Manila, Filipina, pada awal Mei 2026. Kehadiran lebih dari 25 delegasi ASPPHAMI dari seluruh Indonesia menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi industri pest control Indonesia sekaligus memperkuat jaringan bisnis pengendalian hama di kawasan Asia.
Konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Asian Pest Management Association tersebut menjadi ajang penting bagi pelaku usaha jasa pengendalian hama, perusahaan pest control, akademisi, dan praktisi industri untuk berbagi inovasi, teknologi terbaru, serta strategi pengembangan bisnis urban pest management di era modern.
ASPPHAMI Dorong Kemajuan Industri Pengendalian Hama Indonesia
Ketua Umum ASPPHAMI, Zulkirman, menegaskan bahwa partisipasi ASPPHAMI di APMA Conference 2026 merupakan bagian dari komitmen asosiasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing industri jasa pengendalian hama Indonesia.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah ke atas akan berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan layanan pest control profesional di Indonesia.
“Dengan semakin majunya ekonomi Indonesia, pasar jasa urban pest pun akan mengikuti. Kami melihat kenaikan kelas menengah ke atas di negara kita yang terus meningkat setiap tahun. Oleh karena itu, kami sebagai asosiasi perlu mempersiapkan kompetensi anggota untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berubah,” ujar Zulkirman.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya transformasi industri pest management Indonesia agar mampu mengikuti perkembangan teknologi, standar layanan internasional, serta kebutuhan konsumen modern yang semakin kompleks.
Empat Pembicara ASPPHAMI Tampil di Forum Internasional APMA 2026
Dalam APMA Conference 2026, ASPPHAMI juga mengirimkan empat pembicara yang berpartisipasi dalam berbagai sesi seminar dan diskusi internasional. Para delegasi membawakan berbagai topik penting terkait:
- perkembangan industri pest control di Indonesia,
- inovasi teknologi pengendalian hama,
- standar layanan jasa pengendalian hama modern,
- peluang bisnis pest management di Asia,
- hingga strategi peningkatan kompetensi tenaga profesional pengendalian hama.

Kehadiran pembicara dari Indonesia menjadi bukti bahwa industri pest control nasional semakin diperhitungkan di tingkat Asia dan memiliki potensi besar untuk berkembang secara global.
“Gelorakan Semangat Indonesia di Kancah Asia”
Mengusung tema “Gelorakan Semangat Indonesia di Kancah Asia”, seluruh delegasi ASPPHAMI menunjukkan semangat kolaborasi dan profesionalisme selama mengikuti konferensi di Manila. Selain memperluas wawasan industri pengendalian hama, kegiatan ini juga membuka peluang kerja sama internasional, pertukaran teknologi, dan pengembangan bisnis antarnegara Asia.
Partisipasi aktif ASPPHAMI di APMA Conference 2026 diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri pengendalian hama di kawasan Asia Tenggara.
ASPPHAMI Optimistis Industri Pest Control Indonesia Terus Berkembang
Melalui keterlibatan dalam forum internasional seperti APMA Conference 2026, ASPPHAMI optimistis industri jasa pengendalian hama Indonesia akan terus berkembang mengikuti kebutuhan pasar modern. Peningkatan kompetensi anggota, adopsi teknologi baru, dan kolaborasi internasional menjadi faktor penting dalam menciptakan layanan pest control yang profesional, aman, dan berstandar global.
Dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan lingkungan dan sanitasi, industri pest management Indonesia diprediksi akan mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Editor: YB /***







