DINEWS.ID – Harga emas global turun lebih dari dua persen ke level terendah dalam tiga minggu pada Selasa (28/10/2025) sore waktu Indonesia, di tengah meningkatnya optimisme pasar terhadap meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.
Mengutip Reuters, kondisi tersebut meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko dan menekan permintaan emas sebagai aset lindung nilai. Hingga pukul 15.57 WIB, harga emas spot turun dua persen menjadi US$ 3.899,94 per ons, terendah sejak 6 Oktober 2025. Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember merosot 2,6 persen ke US$ 3.915,30 per ons.
Analis ActivTrades Ricardo Evangelista mengatakan harapan tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan China mendorong reli di pasar saham global, namun berdampak negatif terhadap aset safe haven.
“Optimisme atas kesepakatan perdagangan membuat investor beralih ke saham, sehingga tekanan terhadap harga emas tidak terhindarkan,” ujar Evangelista.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan optimistis bahwa kesepakatan perdagangan dengan China akan segera tercapai. Ia juga mengumumkan sejumlah perjanjian dagang dan kerja sama mineral penting di Malaysia bersama empat negara Asia Tenggara.
Pejabat tinggi ekonomi AS dan China dikabarkan telah menyiapkan kerangka kesepakatan yang akan dibahas Trump dan Presiden Xi Jinping dalam pertemuan pada Kamis mendatang.
Investor kini menanti hasil rapat kebijakan Federal Reserve (The Fed) pada Rabu waktu setempat. Bank sentral AS itu diperkirakan akan memangkas suku bunga, sementara pasar menunggu arah kebijakan moneter berikutnya dari Ketua The Fed Jerome Powell.
Sepanjang tahun ini, harga emas sempat melonjak sekitar 53% dan mencetak rekor tertinggi US$ 4.381,21 per ons pada 20 Oktober 2025. Namun, sejak itu harga turun sekitar 3,2 persen dalam sepekan terakhir.
Selain emas, harga perak spot turun 2,5 persen menjadi US$ 45,71 per ons, level terendah dalam lebih dari sebulan. Platinum melemah 3,3 persen ke US$ 1.538,50 per ons, sementara paladium merosot 3,3 persen ke US$ 1.356,0 per ons.







