DINEWS.ID – Spesialis obstetri dan ginekologi Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr Fernandi, mengungkapkan bahwa faktor usia dan kehamilan dapat memengaruhi kekuatan otot panggul pada wanita.
Menurutnya, penurunan kekuatan otot panggul berdampak pada kemampuan otot menopang organ-organ vital seperti rahim dan usus.
“Seiring bertambahnya usia, hormon wanita mulai menurun. Hal ini menyebabkan pelemahan pada berbagai organ, termasuk otot panggul,” ujarnya, baru-baru ini.
Otot panggul memiliki peran penting dalam menopang organ reproduksi serta mendukung beban selama kehamilan. Selama proses persalinan, otot ini juga harus meregang agar bayi bisa lahir dengan lancar.
Namun, jika ukuran bayi melebihi 3,5 hingga 4 kilogram, peregangan otot panggul bisa melewati batas elastisitas dan menyebabkan pelemahan hingga 30 persen.
Sebagai upaya pencegahan, dr Fernandi menyarankan deteksi dini melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) serta melakukan senam otot dasar panggul, seperti senam kegel, hingga terapi medis jika diperlukan.
Ia juga merekomendasikan agar perempuan yang sudah pernah hamil dan melahirkan—baik secara normal maupun melalui operasi sesar, rutin memeriksakan kondisi kandungan dan panggul. “Deteksi dini sebaiknya dilakukan sejak setelah melahirkan anak pertama, karena saat itu sudah bisa terjadi pelemahan otot hingga 30 persen,” jelasnya.







