Sejak saat itu, ia mengaku tak pernah lepas dari wartawan di mana pun, bahkan saat bertugas di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kalau boleh dicek ke Cimahi, ke Bandung, kemana-mana temen wartawan di seluruh daerah itu, Alhamdulillah hubungannya baik, karena saya selalu 24 jam siap menjawab upami kaaos, upami teu kaaos, punten, (bahasa Sunda: kalau terbaca, kalau tidak terbaca, mohon maaf),” tutur Hery.
Ia dari dulu memang mempunyai prinsip, bahwa pentahelix bukan sekedar jargon, karena salah satunya dalam pentahelix adalah media. Media juga, sambungnya, tidak hanya pemberitaan, akan tetapi dengan naungan PWI Kota Bogor diharapkan ada kerja bareng yang dilakukan dengan pemerintah.
“Kami berharap pentahelix ini punya program bareng yang melibatkan tidak hanya semata-mata masing-masing mengirim tugas koneksinya, akademisi, bukan hanya di urusan tugas akademika, kemudian juga masyarakat, semuanya bergabung, karena pemerintahan daerah yang baik, pemimpin yang baik itu kalau di era 4.0 kita bisa menggerakkan pentahelix menyelenggarakan pembangunan, kegiatan, event sendiri, tanpa harus bergantung di leading oleh pemerintah, baik anggarannya, inisiasinya dan sebagainya,” ungkapnya.













