Di tempat yang sama, Kepala Disperumkim Kota Bogor, Juniarti Estiningsih mengatakan, bantuan RTLH dibagi menjadi dua. Sebut saja bantuan RTLH reguler dan bantuan RTLH dari BSTT. Pemberian bantuan RTLH reguler sesuai janji Wali Kota, yakni 20 ribu RTLH selama periode 2019-2024 sudah terealisasi 28.295 penerima, dengan anggaran Rp 296 Miliar lebih.
Sementara, untuk RTLH BSTT pihaknya sudah menyalurkan 433 unit dari total 433. Termasuk yang diserahkan hari ini yakni 102 KK yang tersebar di enam kecamatan dengan total anggaran Rp 1 Miliar lebih.
“Simbolis penyerahannya di Kecamatan Bogor Barat, karena di sini yang rumah-rumahnya paling banyak mengalami kerusakan akibat bencana,” ujarnya.
Ia menerangkan, sebelum mendapatkan bantuan ini warga yang rumahnya rusak melakukan pengajuan bantuan melalui RT/RW, melengkapi administrasi, mendaftar ke aplikasi Sahabat. Setelah itu datanya diusulkan ke Disperumkim dan Disperumkim melakukan verifikator ke lapangan untuk melihat langsung kondisi rumah sembari menghitung kebutuhan perbaikan rumah sesuai dengan tingkat kerusakannya.
“Jadi bantuan BSTT ini mulai dari Rp 5 Juta sampai maksimal Rp 20 juta, tergantung dari kerusakannya. Setelah uang diserahkan warga yang memperbaiki rumahnya mulai dari tukang dan bahan namun tetap di bawah pengawasan RT RW dan lurah serta harus ada laporan pertanggungjawaban,” katanya. /***













