Dia menuturkan, sebetulnya dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) itu di 2024. Namun kenapa harus rampung di akhir 2023, karena nantinya pasar Induk Jambu Dua berhubungan dengan pasar lain ditambah akan ada relokasi pedagang dari Pasar Bogor mengingat akan ada revitalisasi Pasar Bogor.
“Pasar Induk Jambu Dua dapat menampung 1.141 pedagang mulai dari pedagang eksisting sebanyak 300 pedagang, kemudian pedagang relokasi dari Pasar Bogor sekitar 800 dan pedagang dari pasar lainnya,” tuturnya.
Muzakkir menambahkan, Pasar Induk Jambu Dua diproyeksikan menjadi pasar basah terbesar di Kota Bogor.
“Nah konsepnya nanti akan ada zoning pedagang di setiap lantai. Jadi masyarakat yang mencari kebutuhan pangan itu ada di lantai 1 dan lantai 2,” katanya.
Dia juga menyampaikan, terkait lahan parkir sudah disiapkan di lantai 1 dan juga lantai 2, termasuk lahan untuk pengolahan sampah yang luasnya sekitar 300 meter yang dikerjasamakan dengan World Wide od Nature (WWF) Indonesia.








