Perdoski Bagikan Tips Memulihkan Kulit Terpapar Gas Air Mata

Perdoski
Ilustrasi demonstrasi. Foto : freepik.com

DINEWS.ID – Dokter dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) memberikan sejumlah langkah untuk memulihkan kulit setelah terpapar gas air mata, yang belakangan banyak digunakan masyarakat saat aksi demonstrasi.

Dokter Arini Astari menyarankan, langkah pertama adalah membasahi kulit yang terkena gas air mata dengan air mengalir dalam jumlah banyak, menggunakan air suhu ruang atau air biasa. Menurutnya, pemulihan kulit perlu segera dilakukan karena paparan gas air mata dapat memicu iritasi dan peradangan.

“Selain itu, pastikan kelembaban kulit tetap terjaga. Setelah membersihkan kulit, segera gunakan pelembap dengan tekstur lembut yang mengandung ceramide, petrolatum, atau lidah buaya (aloe vera) untuk memperbaiki lapisan kulit,” kata dr Arini.

Dokter Arini juga menekankan pentingnya melepaskan pakaian yang terkontaminasi gas air mata untuk mencegah paparan ulang. Bagi yang mengalami iritasi, ia mengingatkan agar tidak menggosok area kulit yang terkena, karena dapat memperparah kondisi.

Jika terdapat luka atau iritasi berat, dr Arini menyarankan penggunaan krim anti-inflamasi, seperti kortikosteroid topikal ringan (misalnya hydrocortisone), sesuai anjuran dokter.

Waktu pemulihan kulit tergantung tingkat keparahan iritasi. Iritasi ringan biasanya membaik dalam satu hingga tiga hari setelah terhindar dari paparan, sementara dermatitis berat atau luka dapat memerlukan waktu satu hingga dua pekan.

Dr Arini juga memperingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan zat yang dapat menimbulkan iritasi tambahan, termasuk pasta gigi.

“Penggunaan pasta gigi di bawah mata tidak direkomendasikan karena mengandung menthol, fluoride, dan detergen. Justru bisa memperparah iritasi, menyebabkan dermatitis, bahkan luka bakar kimia,” ujarnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *