DINEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana merekrut 500 juru parkir (jukir) baru untuk bertugas pada sif malam. Kebijakan ini disiapkan untuk menekan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir yang dinilai masih terjadi setelah jam operasional jukir resmi berakhir.
Rencana tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin saat menghadiri acara Fun Walk yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Bogor, Sabtu (29/8/2026).
Jenal mengatakan para jukir baru nantinya akan bertugas pada pukul 17.00 hingga 22.00 WIB, menggantikan kekosongan petugas parkir resmi pada malam hari.
Pemkot Bogor Siapkan 500 Jukir Malam
Jenal menjelaskan saat ini terdapat sekitar 510 jukir yang bekerja secara resmi di Kota Bogor. Namun, aktivitas penyetoran retribusi parkir dari jukir tersebut hanya berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.
Setelah jam tersebut, menurut Jenal, masih terdapat aktivitas parkir yang dilakukan tanpa karcis dan tidak masuk dalam mekanisme penyetoran resmi.
“Hari ini existing jukir ada 510 orang, tapi setorannya hanya sampai jam 5 sore. Setelah jam 5 sore sampai jam 10 malam, itu lolos oleh oknum, parkir liar tanpa karcis dan tanpa setor,” papar Jenal.
Karena itu, Pemkot Bogor berencana membuka rekrutmen 500 jukir malam untuk mengisi sif berikutnya.
Syarat Jukir Malam Kota Bogor
Jenal mengatakan pemerintah akan menetapkan sejumlah persyaratan bagi masyarakat yang ingin menjadi jukir sif malam.
Salah satunya adalah memiliki KTP sebagai warga Kota Bogor, siap bekerja, dan memiliki komitmen untuk menjalankan tugas sebagai juru parkir resmi.
Batas usia calon jukir ditetapkan maksimal 65 tahun.
Jukir yang direkrut nantinya akan bekerja secara resmi sehingga aktivitas parkir pada malam hari dapat masuk ke dalam sistem pengelolaan retribusi pemerintah.
Sistem Setoran Parkir Diubah Menjadi Digital
Selain menambah jumlah petugas, Pemkot Bogor juga akan mengubah mekanisme setoran parkir Kota Bogor menjadi sistem digital.
Jenal mengatakan setoran akan menggunakan Virtual Account sehingga uang retribusi dapat langsung disetorkan ke Kas Daerah tanpa melalui rantai penyetoran yang panjang.
Perubahan tersebut sekaligus ditujukan untuk meningkatkan transparansi dan mengurangi potensi kebocoran PAD dari sektor parkir.
Danru Parkir Tak Lagi Terima Setoran
Dalam sistem baru tersebut, peran Komandan Regu (Danru) sebagai pihak yang menerima setoran dari jukir akan dihapus.
Selama ini, setoran parkir dikumpulkan melalui Danru sebelum diteruskan ke mekanisme administrasi Dishub.
Dengan sistem digital, rantai tersebut akan dipangkas.
“Nanti Danru (Komandan Regu) tidak ada lagi menerima uang dari jukir. Mata rantai melalui Danru dan Bendahara Dishub kita putus. Jukir sorenya dapat uang, langsung setor ke kas daerah melalui virtual account di minimarket atau media lainnya,” jelas Jenal.
Sistem tersebut diharapkan membuat aliran uang retribusi parkir lebih mudah dipantau sekaligus memastikan penerimaan masuk ke kas daerah.
Sistem Parkir Bogor Diadaptasi dari Kota Malang
Jenal mengatakan perubahan mekanisme pengelolaan parkir Kota Bogor tersebut diadaptasi dari sistem yang diterapkan di Kota Malang.
Menurutnya, sistem tersebut dinilai berhasil meningkatkan penerimaan PAD dari sektor parkir hingga 300 persen.
Pemkot Bogor berharap penerapan sistem serupa dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan retribusi parkir sekaligus menekan kebocoran pendapatan daerah.
Digitalisasi juga diharapkan membuat penyetoran lebih sederhana karena jukir dapat melakukan pembayaran langsung melalui kanal yang telah ditentukan.
Jukir Resmi Dapat BPJS Ketenagakerjaan
Pemkot Bogor tidak hanya menyiapkan sistem baru dalam pengelolaan parkir. Para jukir yang nantinya direkrut juga akan mendapatkan fasilitas sebagai petugas resmi.
Pemerintah akan memberikan jaminan perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Selain itu, jukir akan mendapatkan rompi yang representatif dan kartu identitas atau ID Card resmi.
Dengan fasilitas tersebut, keberadaan jukir malam Kota Bogor diharapkan lebih tertib dan mudah dikenali masyarakat.
Jenal Minta Kader Gerindra Hadir di Tengah Masyarakat
Dalam acara Fun Walk tersebut, Jenal juga menyampaikan pesan kepada kader Gerindra Kota Bogor agar tidak hanya hadir ketika momentum politik berlangsung.
Menurutnya, kader partai harus mampu menjadi perpanjangan tangan pemerintah dan peka terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Pesannya sederhana, manusia harus bisa ngasih manfaat. Saya ajak seluruh kader, coba tanya tetangganya ada yang putus sekolah nggak? Ada yang tidak bisa makan atau bantuan sosialnya tidak tepat sasaran? Warga sudah jenuh kalau kita hanya datang pas kampanye. Jadi, Gerindra Bogor harus hadir di tengah masyarakat,” tegas Jenal.
Pesan tersebut disampaikan bersamaan dengan upaya pemerintah memperkuat berbagai program pelayanan masyarakat, termasuk pembenahan sistem parkir Kota Bogor.
Melalui rekrutmen 500 jukir malam dan penerapan setoran digital, Pemkot Bogor berharap potensi pendapatan parkir yang selama ini belum masuk ke kas daerah dapat ditekan dan dikelola secara lebih transparan. (Yis)
Editor: YB













