Nepal Ricuh, Protes Generasi Z Bakar Gedung Pemerintah dan Hotel Mewah

Nepal
Api membubung dari Hotel Hilton setelah terbakar di Kathmandu, Nepal, pada Rabu 10 September 2025. (AP)

DINEWS.ID – Perdana Menteri Nepal, KP Sharma Oli, mengundurkan diri pada Selasa (9/9/2025) setelah gelombang protes besar yang menewaskan sedikitnya 34 orang dan melukai lebih dari 1.300 lainnya. Protes ini pecah sehari setelah bentrokan awal menewaskan 19 pengunjuk rasa.

Kerusuhan yang dijuluki “protes generasi Z” ini didominasi kaum muda berusia remaja hingga awal 20-an. Aksi mereka menjadi pergolakan politik terbesar Nepal dalam beberapa tahun terakhir.

Amarah massa tidak hanya menyasar gedung parlemen, kantor perdana menteri, dan Mahkamah Agung yang dibakar, tetapi juga hotel-hotel mewah, termasuk Hilton, Hyatt Regency, dan Varnabas Museum Hotel.

Hyatt Regency, yang berada dekat situs suci Boudhanath Stupa, dirusak oleh massa. Namun, pihak hotel memastikan tidak ada korban dari tamu maupun staf, dan menutup operasional sementara hingga kondisi kembali aman.

Sementara itu, Hotel Hilton yang baru dibuka tahun lalu terbakar hebat, mengepulkan asap hitam ke langit Kathmandu. Seluruh tamu dan staf berhasil dievakuasi dengan selamat, menurut pernyataan resmi pihak Hilton.

Kediaman politisi, termasuk rumah Sharma Oli, juga diserang. Rajendra Bajgain, anggota parlemen dari Partai Kongres Nepal, mengaku hotel mewah miliknya, Varnabas Museum Hotel, turut dibakar. Ia kemudian mengundurkan diri dari parlemen dan menyatakan simpati terhadap gerakan generasi Z.

Protes ini semakin menyebar melalui media sosial, termasuk TikTok dan Instagram, dengan banyak unggahan yang menyoroti gaya hidup glamor anak-anak pejabat, mulai dari pakaian desainer hingga liburan mewah. Hal ini memicu kemarahan publik, terutama di tengah fakta bahwa ribuan pemuda Nepal harus merantau ke luar negeri demi mencari penghidupan.

“Rakyat sudah muak,” kata Balaram KC, mantan hakim Mahkamah Agung Nepal. “Mereka yang seharusnya memimpin dengan jujur justru sibuk mengurus diri dan keluarga sendiri.”

Protes generasi Z kini menjadi simbol frustrasi mendalam masyarakat Nepal terhadap korupsi, ketidakadilan, dan kesenjangan sosial yang terus meningkat di salah satu negara termiskin di dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *