Sementara itu, hasil survei menyebut pasangan Dedie A Rachim-Jenal Mutaqin unggul di 44,38%, pasangan Sendi Fardiansyah-Melli Darsa di posisi dua 20,38%, pasangan Raendi Rayendra- Eka Maulana di posisi tiga 17,75%, pasangan Atang Trisnanto-Annida Allivia di posisi ke empat yakni 4,25% dan pasangan Rena Da Frina-Teddy Risandi 3,25%, sementara hasil survei belum menentukan pilihan ada di 8,25% dan tidak ada pilihan ada di 1,74%.
Alasan memilih paslon Walikota dan Wakil Walikota Bogor di antaranya 63,93% faktor popularitas, 11,19% karena program kerja, 6,22% faktor kepribadian, 3,98% faktor Partai, 2,74% bersih dari korupsi, 0,25% faktor Agama dan 11,69% faktor lainnya.
Survei tingkat konsistensi merubah pilihan menyebut 44,25% ya, 47,88% tidak dan 7,75% tidak tahu. Alasan mengubah pilihan di antaranya faktor kasus korupsi 41,81%, kasus hukum 23,73%, komunikasi 12,98%, popularitas 9,88%, diberi uang 8.76%, ikut pihak lain, 2.54%, tekanan pihak lain 0.3%, permasalahan Partai 0.00%, alasan lainnya 0,00%.
Sedangkan alasan tidak mengubah pilihan didasari 49.60% faktor komunikasi, 11.75% faktor sangat kenal dengan paslon, 9.90% faktor kepribadian, 2.61% karena sudah diberi program, 2.61% sudah kontrak program, 1.44% sudah diberi uang, 22.09% tidak ada alasan dan 0.00% alasan lainnya. Selain itu, survei juga memberikan gambaran bahwa faktor pemberian uang atau barang juga mempengaruhi terhadap pilihan masyarakat Kota Bogor.
/***
Editor: YB













