Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menunjukkan bahwa bencana banjir dan longsor tersebut telah memengaruhi lebih dari 3.700 jiwa di tiga kecamatan.
Sebanyak 37 warga di antaranya terpaksa mengungsi, sementara ratusan rumah dan fasilitas publik mengalami kerusakan. Sejumlah jembatan utama, termasuk di Desa Cikahuripan dan ruas Cempakaratu–Cipedes, dilaporkan terputus sehingga menghambat konektivitas antarwilayah.
Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana sejak 27 hingga 31 Oktober 2025. Upaya perbaikan darurat terhadap infrastruktur vital kini dilakukan secara bertahap oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama instansi terkait.
Selain bantuan logistik, Indonesia Care juga mengirimkan bantuan medis dan obat-obatan yang terdiri dari berbagai jenis vitamin, antibiotik, antihistamin, salep, hingga obat penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes.
Dukungan tambahan juga datang dari dr. Suhendra, yang menyalurkan obat-obatan seperti paracetamol, calortusin, arkavit, loperamide, dan CTM untuk kebutuhan warga.
Upaya kolaboratif lintas lembaga ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Sukabumi setelah bencana besar tersebut.
/***













