Ketua Umum FMP 2025, Benyamin Mbo’oh, menegaskan bahwa festival ini lahir dari keyakinan terhadap potensi besar kopi lokal.
“Banyak kopi dari UMKM Bogor yang memiliki rasa luar biasa, namun belum mendapatkan perhatian yang cukup. Dengan branding dan promosi yang tepat, kopi kita bisa menembus pasar nasional hingga internasional. Festival ini bukan hanya tentang menikmati kopi, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas,” ujar Benyamin.

Dia menambahkan bahwa semangat merah putih bukan hanya sekadar soal merayakan kemerdekaan, tetapi juga tentang meningkatkan perekonomian rakyat.
“Merah putih ada di dada, tapi ekonomi rakyat ada di tangan. Lewat festival ini, kami berharap UMKM kopi Indonesia bisa bersaing di pasar global dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.
Koordinator acara, Nancy Wahyuni, menjelaskan bahwa festival ini berfungsi sebagai “laboratorium pasar” bagi para pelaku UMKM.













