DINEWS.ID – Studi terbaru dari Wharton School, University of Pennsylvania, mengungkap bahwa penggunaan AI secara rutin dapat menurunkan kemampuan kognitif seseorang dibandingkan dengan mereka yang tidak mengandalkannya.
Penelitian ini melibatkan lebih dari 4.500 responden dan membandingkan perbedaan kognitif antara pengguna large language model (LLM) seperti ChatGPT dan pengguna mesin pencari seperti Google dalam mencari informasi.
Mengutip Gizmodo, Minggu (29/6/2025), peserta diminta meneliti cara memulai kebun sayur. Sebagian diarahkan menggunakan ChatGPT, sementara lainnya menggunakan Google Search. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang menggunakan ChatGPT memberikan saran yang lebih buruk terkait metode penanaman dibandingkan pengguna Google.
Para peneliti menjelaskan bahwa penggunaan LLM cenderung menghasilkan “pengetahuan dangkal” karena AI menyajikan informasi dalam bentuk sintesis atau ringkasan, bukan hasil pencarian individual seperti pada mesin pencari. Akibatnya, proses belajar menjadi lebih pasif dan membuat pengguna kurang terlibat, sehingga menghasilkan pemahaman yang minim, kurang orisinal, dan tidak efektif.
“Pengetahuan yang lebih dangkal muncul karena karakteristik dasar LLM menyajikan informasi dalam bentuk sintesis, bukan hasil pencarian individual yang membuat proses belajar menjadi lebih pasif,” tulis para peneliti dalam laporan studi.
Ironisnya, temuan ini berkaitan langsung dengan salah satu keunggulan utama yang ditawarkan LLM seperti ChatGPT, yaitu menghemat waktu dengan menyajikan informasi secara ringkas. Namun karena pengguna tidak terlibat aktif dalam proses pencarian, kedalaman pemahaman mereka menjadi lebih rendah.
Peneliti menyimpulkan, belajar menggunakan LLM seperti ChatGPT dapat diibaratkan dengan langsung menerima jawaban soal matematika tanpa berupaya memecahkannya terlebih dahulu. ***







