DINEWS.ID – R (48) seorang ibu penjual pentol warga Desa Bukit Jaya, Kecamatan Bulik Timur, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, ditemukan tewas bersimbah darah di areal kebun sawit milik warga, Jumat (20/6/2025) lalu. Korban mengalami lebih dari 30 luka tusukan di tubuhnya.
Pelaku diduga anak kandung korban, AZ (30), yang merupakan anak dari pernikahan pertama korban. Berdasarkan keterangan Kepolisian Resor Lamandau, kejadian terjadi sekitar pukul 08.30 WIB saat korban baru pulang ke rumah untuk mengambil barang yang tertinggal, usai mengantar anak keduanya ke sekolah.
Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono, menyampaikan bahwa pelaku telah mengintai korban dan secara tiba-tiba melakukan penikaman dari belakang. Korban meninggal di lokasi akibat kehabisan darah, dengan luka di bagian punggung, dada, dan tangan.
“Motif sementara pembunuhan diduga karena pelaku merasa iri, menganggap sang ibu lebih memperhatikan adiknya,” kata AKBP Joko dikutip dari beritasatu.com, Kamis (26/6/2025). Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku dalam kondisi mabuk setelah mengonsumsi 18 bungkus obat batuk sachet.
Sebelum kejadian, pelaku sempat berselisih dengan korban di rumah. Polisi menduga pertengkaran tersebut menjadi pemicu utama aksi pembunuhan.
Saat ini pelaku telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi menjerat pelaku dengan pasal pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman maksimal berupa hukuman mati. ***







