Serangan Udara Israel Tewaskan Ratusan Warga Sipil di Teheran

Serangan Udara Israel
Seorang pria yang terluka mendapat pertolongan di jalan setelah ledakan di pusat kota Teheran, di tengah serangan Israel terhadap Iran, Minggu, 15 Juni 2025. (AP)

DINEWS.IDSerangan udara Israel yang berlangsung sejak Jumat (13/6/2025) menewaskan ratusan warga sipil di Iran, meski pemerintah Israel menyatakan target serangan adalah fasilitas militer. Kota Teheran menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah, dengan suasana duka menyelimuti ibu kota Iran.

Kementerian Kesehatan Iran menyebutkan, hingga 15 Juni 2025, sedikitnya 225 orang dilaporkan tewas dan 1.480 lainnya luka-luka. Juru bicara Kementerian Kesehatan, Hossein Kermanpour, mengatakan sekitar 90 persen korban merupakan warga sipil.

Di tengah serangan yang terus berlangsung, gambar dan video memilukan beredar luas di media sosial, memperlihatkan kondisi jalanan Teheran yang dipenuhi puing-puing bangunan, jasad korban, serta barang-barang pribadi seperti boneka dan buku gambar anak-anak.

Salah satu korban adalah Tara Hajimiri (8), yang dikenal sebagai pecinta tari dan senam. Ia tewas bersama 60 warga lainnya saat sebuah rudal menghantam apartemen di Jalan Patrice Lumumba pada 14 Juni. Video dirinya sedang menari dengan gaun merah di sebuah klinik gigi menjadi viral dan simbol tragedi yang menimpa warga sipil.

Rudal juga menghantam rumah Niloufar Ghalehvand (32), seorang instruktur pilates, di kawasan Ozgol, dekat kediaman Jenderal Mohammad Bagheri yang diduga menjadi target utama. Niloufar tewas bersama kedua orang tuanya.

Serangan di kawasan Shahrara menyebabkan kematian Parsa Mansour (27), seorang pemain tenis padel, setelah rudal menghancurkan dinding rumahnya. Di Teheran Timur, atlet taekwondo Amin Ahmad menyaksikan langsung ayahnya tewas terbakar dalam serangan yang menghancurkan rumah mereka.

Di Tajrish, Teheran utara, fotografer lepas Ehsan Bayrami (35) tewas saat rudal menghantam jalanan ketika ia dalam perjalanan pulang. Menurut seorang temannya, Bayrami sebelumnya menyangka siang hari aman karena serangan umumnya terjadi pada malam hari.

Situasi di Teheran dilaporkan mencekam, dengan ribuan warga berusaha meninggalkan kota. Antrean panjang terlihat di SPBU dan kemacetan terjadi di sejumlah ruas jalan. Banyak warga mengungsi tanpa perlindungan maupun sistem peringatan dini.

Sementara itu, otoritas Israel menyatakan 24 warganya tewas dan sekitar 800 orang terluka akibat serangan balasan dari Iran.

Pemakaman bagi para korban terus berlangsung di berbagai penjuru Iran. Salah satunya adalah upacara pemakaman Niloufar Ghalehvand yang diselimuti bendera nasional Iran dan diiringi pelayat berpakaian hitam. Klub olahraga tempatnya bekerja menuliskan pesan belasungkawa:

“Kami akan selalu mengenangmu. Katakan tidak pada perang.”***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *