DINEWS.ID – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengungkap adanya komitmen investasi senilai US$5 miliar atau sekitar Rp75 triliun untuk mendukung program 3 juta rumah yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Fahri menyebut komitmen tersebut diperoleh usai melakukan kunjungan ke sejumlah negara, seperti Qatar dan Turki. Meski demikian, realisasi investasi tersebut hingga kini belum terjadi lantaran sejumlah kendala, seperti persoalan lahan hingga rendahnya permintaan.
“Kalau komitmen itu dirupiahkan, US$5 miliar berarti sekitar Rp75 triliun. Itu sebenarnya sudah siap,” ujar Fahri dikutip dari bisnis.com, Senin (2/6/2025).
Ia menambahkan bahwa laporan terkait komitmen investasi tersebut telah disampaikan ke sejumlah kementerian terkait. Namun, belum ada tindak lanjut secara teknis.
“Saya sudah menyampaikan laporan kepada kementerian dan juga kepada yang lain bahwa ini komitmen investasinya besar. Cuma tidak bisa kalau tidak ada follow up,” tegasnya.
Selain masalah lahan dan permintaan, Fahri juga menyoroti pentingnya sentralisasi perizinan investasi di sektor perumahan. Menurutnya, perizinan yang tersebar saat ini menyulitkan investor.
“Perizinan terlalu menyebar. Harusnya ada sentralisasi perizinan, itu mandat dari Satgas,” katanya.
Sebelumnya, Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut minimnya anggaran menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan program 3 juta rumah. Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR RI, Senin (19/5/2025), Maruarar menyebut pagu anggaran kementerian yang hanya sebesar Rp3,4 triliun hanya mampu membiayai pembangunan 269.779 unit rumah.
“Pembiayaan, kemampuan kita tak sampai 270.000 unit rumah, itu dari APBN dan dari FLPP,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah menargetkan pembangunan 2 juta unit rumah melalui dukungan penanam modal dalam negeri (PMDN) dan sekitar 1 juta unit rumah melalui pendanaan dari penanam modal asing (PMA).







