DINEWS.ID – Meski berukuran mungil, sekring pada sepeda motor memainkan peran penting dalam menjaga kestabilan sistem kelistrikan. Fungsinya sebagai pelindung utama mencegah kerusakan serius ketika terjadi lonjakan arus, seperti korsleting hingga potensi kebakaran.
Sayangnya, banyak pengendara mengeluhkan sekring yang mudah putus. Masalah ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari mutu produk yang rendah, jenis sekring yang tidak sesuai, hingga sistem kelistrikan yang tidak stabil.
Dilansir dari situs resmi Suzuki, Rabu (21/5/2025), berikut penjelasan lengkap mengenai fungsi, jenis, hingga penyebab umum sekring motor sering putus.
Fungsi Sekring pada Sepeda Motor
Setidaknya ada empat peran utama yang dijalankan sekring dalam sistem kelistrikan motor:
- Pelindung dari Arus Berlebih
Sekring otomatis memutus aliran listrik saat terjadi lonjakan, seperti saat korsleting, untuk menghindari kerusakan lebih lanjut. - Menjaga Keselamatan Pengendara
Arus listrik yang tidak stabil bisa berbahaya saat berkendara. Sekring membantu menurunkan risiko ini dengan memutus arus sebelum sistem mengalami kegagalan. - Melindungi Komponen Listrik Lainnya
Seperti kabel, saklar, hingga unit kontrol elektronik, sekring mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh arus berlebihan. - Mencegah Kebakaran
Dengan memutus aliran sebelum suhu menjadi terlalu tinggi, sekring mengurangi risiko terjadinya kebakaran akibat kelistrikan.
Jenis Sekring Motor
Ada dua tipe utama sekring yang umum digunakan:
- Sekring Tabung (Tube Fuse)
Umumnya ditemukan pada motor lawas, berbentuk silinder kecil dari kaca dengan kawat logam di dalamnya yang mudah putus jika terjadi arus berlebih. - Sekring Tancap (Blade Fuse)
Lebih sering digunakan pada motor keluaran terbaru karena bentuknya yang praktis. Warna pada sekring menunjukkan kapasitas arus, seperti merah (10A), biru (15A), dan hijau (30A).
Pengendara perlu memastikan jenis dan nilai sekring yang digunakan sesuai dengan spesifikasi kendaraan. Menggunakan sekring dengan nilai lebih tinggi dari kebutuhan bisa merusak komponen, sementara sekring terlalu kecil akan mudah putus walau arus normal.
Penyebab Umum Sekring Mudah Putus
Beberapa faktor yang menyebabkan sekring cepat rusak antara lain:
- Lonjakan Arus akibat penambahan beban listrik atau aksesoris yang tidak sesuai.
- Korsleting karena kabel yang terkelupas.
- Kualitas Sekring Rendah yang tidak tahan lama.
- Lingkungan Lembap, yang dapat mempercepat kerusakan.
- Komponen Bermasalah seperti kiprok atau sistem starter juga dapat memicu sekring putus secara berulang.
Tips Merawat Sekring Motor
Agar sistem kelistrikan tetap andal, sebaiknya pengendara:
- Menyediakan sekring cadangan yang sesuai dengan spesifikasi motor.
- Melakukan pengecekan rutin, apalagi jika motor sering digunakan di kondisi ekstrem atau sudah dimodifikasi sistem kelistrikannya.
Dengan memahami peran dan cara kerja sekring, serta mengetahui faktor-faktor penyebab kerusakan, pengendara bisa lebih sigap menjaga keamanan dan keandalan sistem kelistrikan pada motornya.








