DINEWS.ID – Sejumlah organisasi dan komunitas wartawan menggelar doa bersama sebagai bentuk solidaritas untuk lima jurnalis dan tiga kru kapal yang masih hilang kontak di perairan Selat Sunda saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Aksi solidaritas tersebut berlangsung di wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor pada 10–11 September 2026, melibatkan berbagai organisasi profesi wartawan.
Jurnalis Bogor Gelar Doa Bersama
Di Kabupaten Bogor, para jurnalis menggelar doa bersama di kawasan Alun-Alun Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kamis malam (10/9/2026).
Puluhan wartawan menyalakan lilin sebagai simbol harapan agar proses pencarian terhadap jurnalis hilang di Krakatau segera membuahkan hasil.
Sementara itu, di Kota Bogor, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bogor Raya menggelar doa bersama di Masjid An Naba PWI Kota Bogor pada Jumat (11/9/2026).
Kegiatan tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni mendoakan keselamatan lima wartawan dan tiga kru kapal yang hilang saat melaksanakan peliputan di kawasan Selat Sunda.
Pencarian Masuki Hari Keempat
Ketua PFI Bogor, Andi M Ridwan, mengatakan kegiatan doa bersama dilakukan ketika proses pencarian oleh tim SAR gabungan telah memasuki hari keempat.
Ia berharap ikhtiar spiritual yang dilakukan para jurnalis dapat memberikan kemudahan bagi tim penyelamat dalam menemukan korban.
“Harapan kita dengan kegiatan doa ini Tuhan memberikan kemudahan, memberikan petunjuk bagi tim rescue yang mencari, dan semoga teman-teman yang dicari segera ketemu hari ini dalam keadaan sehat,” ujar Andi.
Solidaritas Lintas Organisasi Wartawan
Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi, menegaskan bahwa doa bersama menjadi simbol kuatnya kebersamaan antarorganisasi profesi.
Menurut pria yang akrab disapa Aldho itu, seluruh jurnalis memiliki risiko yang sama ketika menjalankan tugas peliputan di lapangan.
“Alhamdulillah ini sebagai wujud solidaritas kita, kebersamaan kita bahwa baju (organisasi) kita lepas, bahwa kita sama-sama jurnalis yang mempunyai risiko yang sama ketika sedang melaksanakan tugas,” tegasnya.
Kegiatan serupa juga diketahui berlangsung di berbagai daerah sebagai bentuk dukungan terhadap proses pencarian para korban.
Doa untuk Korban dan Musibah di Bogor
Selain mendoakan keselamatan rekan seprofesi yang hilang di Selat Sunda, para jurnalis juga memanjatkan doa untuk berbagai musibah yang terjadi di Bogor, termasuk kebakaran yang melanda area Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga.
“Mudah-mudahan di hari yang baik ini, Jumat, Tuhan turunkan hujan sehingga kebakaran di Galuga juga bisa terhenti dan kita semua diselamatkan,” ucap Aldho.
Kronologi Hilangnya Rombongan di Selat Sunda
Insiden bermula ketika rombongan berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kapal tersebut dilaporkan putus kontak sekitar 42 menit kemudian atau pada pukul 14.42 WIB.
Delapan Orang Masih Dalam Pencarian
Tim SAR gabungan hingga kini masih memperluas area pencarian terhadap delapan orang yang belum ditemukan.
Mereka terdiri dari lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas).
Selain itu, tiga kru kapal yang masih dicari adalah Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), dan Heriyanto (pemandu wisata).
Solidaritas yang ditunjukkan para wartawan di Bogor diharapkan dapat menjadi dukungan moral bagi keluarga korban sekaligus menambah semangat tim SAR dalam proses pencarian jurnalis hilang di Krakatau. (Yis)
Editor: YB













