Pelajar SMKN 4 Bogor Ciptakan Sistem Pengaman Motor Anti-Maling

Pelajar SMKN 4 Bogor Ciptakan Sistem Pengaman Motor Anti-Maling
Pelajar SMKN 4 Bogor Ciptakan Sistem Pengaman Motor Anti-Maling. Foto: DINEWS.ID.

DINEWS.ID – Dua pelajar SMKN 4 Bogor menciptakan inovasi sistem keamanan motor berbasis Radio Frequency Identification (RFID) dan modul LoRa HC-12 untuk mencegah pencurian kendaraan bermotor.

Muhammad Rizky dari Jurusan Otomotif dan Rizky Aris Setiawan dari Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) berkolaborasi mengembangkan alat anti-maling motor yang dirancang memberikan peringatan ketika terjadi upaya pembobolan.

Karya inovatif lintas jurusan tersebut dipamerkan di Lantai 4 Gedung Startup Center IPB University Taman Kencana pada Selasa (8/9/2026).

Sistem Keamanan Motor Gunakan RFID dan LoRa

Sistem yang dibuat kedua pelajar SMKN 4 Bogor ini menggunakan mekanisme autentikasi yang terhubung dengan perangkat penerima atau remote milik pemilik kendaraan.

Teknologi tersebut dirancang untuk mencegah motor langsung menyala ketika kunci kontak diaktifkan secara paksa oleh orang yang tidak dikenal.

Muhammad Rizky menjelaskan, pengguna harus melakukan identifikasi menggunakan RFID agar sistem dapat mengenali akses yang sah.

“Apabila tidak melakukan identifikasi (tap RFID), maka selama 8 detik sirinenya akan berbunyi, baik itu sirine yang ada di motor maupun di alat penerima (remote) bawaan pemilik,” jelas Rizky.

Gunakan Arduino Uno dan Modul LoRa HC-12

Secara teknis, sistem keamanan motor tersebut menggunakan mikrokontroler Arduino Uno yang dipadukan dengan modul pemancar dan penerima LoRa HC-12, sensor khusus, serta komponen buzzer.

1001607520 scaled

Perangkat tersebut memungkinkan sistem mengirimkan peringatan dari kendaraan menuju remote yang dibawa pemilik motor.

Saat ini, jangkauan sinyal peringatan yang dihasilkan alat tersebut berada di kisaran puluhan meter.

“Untuk jaraknya, saat ini masih di kisaran 60 meter. Untuk pengembangan selanjutnya, mungkin jangkauannya bisa dibuat lebih jauh lagi dengan menggunakan sistem IoT (Internet of Things),” tambahnya.

Berawal dari Kekhawatiran Pencurian Motor

Ide pembuatan alat anti-maling motor tersebut berawal dari keresahan kedua pelajar terhadap kasus pencurian sepeda motor yang dapat berlangsung sangat cepat.

Mereka kemudian mencari solusi teknologi yang dapat memberikan peringatan kepada pemilik ketika terjadi upaya pencurian.

Proses pembuatan alat dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan waktu praktik bengkel selama dua hari di sela-sela kegiatan belajar di sekolah.

Kolaborasi Lintas Jurusan

Inovasi ini menjadi hasil kolaborasi antara kompetensi otomotif dan teknologi komputer. Muhammad Rizky mengembangkan bagian yang berkaitan dengan kendaraan, sementara Rizky Aris Setiawan berkontribusi pada aspek teknologi jaringan dan sistem elektronik.

Rizky Aris Setiawan mengatakan ide tersebut muncul setelah mereka melihat banyak kasus pencurian sepeda motor dengan modus yang berlangsung dalam waktu singkat.

“Awalnya itu karena kita melihat banyaknya kasus pencurian sepeda motor yang sekarang kejadiannya cepat banget. Hanya dalam hitungan beberapa detik saja motor bisa hilang. Jadi kita bikin alat ini supaya bisa mencegah atau mengurangi tindak pencurian tersebut,” ungkap Rizky Aris Setiawan.

Pelajar SMKN 4 Bogor Siapkan Pengembangan IoT

Meski saat ini jangkauan sistem masih sekitar 60 meter, kedua pelajar membuka peluang pengembangan teknologi tersebut menggunakan Internet of Things (IoT).

Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan sistem sekaligus meningkatkan kemampuan sistem keamanan motor dalam memberikan peringatan kepada pemilik kendaraan.

Inovasi pelajar SMKN 4 Bogor ini menunjukkan bagaimana kolaborasi lintas jurusan dapat menghasilkan solusi teknologi yang berangkat dari persoalan nyata di lingkungan masyarakat. (Yis)

Editor: YB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *