DINEWS.ID – Pemerintah Kota Bogor terus mematangkan persiapan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal. Proyek yang merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam penanganan sampah sekaligus membuka peluang kerja baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.
Selain memperkuat sistem pengelolaan sampah yang modern dan ramah lingkungan, pembangunan PSEL juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap pengembangan wilayah, peningkatan investasi, serta kesejahteraan masyarakat.
Lurah Kayumanis, Johan, menyampaikan dukungannya terhadap pembangunan PSEL yang akan menjadi salah satu infrastruktur strategis di Kota Bogor.
“Kami menyambut baik rencana pembangunan PSEL di wilayah Kayumanis. Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui terbukanya lapangan pekerjaan dan meningkatnya aktivitas ekonomi di wilayah sekitar,” ujar Johan.
Saat ini, Pemerintah Kota Bogor masih melakukan berbagai persiapan, termasuk pematangan lahan sebagai tahapan awal pembangunan.
Camat Tanah Sareal, Rokib, menjelaskan bahwa proses yang sedang berjalan juga mencakup sinkronisasi berbagai aspek teknis, di antaranya penyesuaian dengan pembangunan akses jalan tol baru serta infrastruktur lain yang melintasi kawasan tersebut.
“Seluruh proses dilakukan secara bertahap agar pembangunan dapat berjalan sesuai dengan perencanaan. Penyesuaian tata ruang menjadi bagian penting untuk mendukung kebutuhan Kota Bogor dalam menyediakan infrastruktur pengelolaan sampah yang terpadu dan berkelanjutan,” jelas Rokib.
Ia menambahkan bahwa keberadaan PSEL akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui terbukanya kesempatan kerja, baik selama proses konstruksi maupun ketika fasilitas telah beroperasi.
Sebagai bagian dari proses pembangunan, Pemerintah Kecamatan Tanah Sareal bersama perangkat daerah terkait terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar memperoleh informasi yang komprehensif mengenai tujuan, manfaat, serta tahapan pembangunan PSEL.
Sosialisasi telah dilaksanakan di sejumlah wilayah, di antaranya RW 06 dan RW 11 Kelurahan Kayumanis, dan akan terus diperluas hingga menjangkau seluruh masyarakat di tingkat kelurahan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Setiawati, menjelaskan bahwa kawasan PSEL akan dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 12 hektare. Sekitar 7 hektare di antaranya akan dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas utama PSEL beserta instalasi pengolahan residu atau Fly Ash Bottom Ash (FABA) Plant.
PSEL Kayumanis dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.000 ton sampah per hari. Selain menghasilkan energi listrik dari pengolahan sampah, fasilitas tersebut juga akan mengolah residu menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan kembali.
“Nantinya residu hasil pengolahan berupa Fly Ash dan Bottom Ash akan diolah menjadi berbagai produk, seperti batako, paving block, dan kanstin. Hal ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga mendukung penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kembali hasil pengolahan sampah,” ujar Setiawati. (Red)













