Bandara Brisbane Pakai Minyak Jelantah untuk Bahan Bakar Pesawat, Jadi Langkah Baru Kurangi Emisi Penerbangan

images 24
Bandara Brisbane. Foto: Istimewa

DINEWS.IDLimbah minyak goreng bekas atau jelantah kini mendapat peran baru. Di Australia, bahan yang selama ini identik dengan limbah rumah tangga mulai dimanfaatkan sebagai campuran bahan bakar pesawat di Bandara Brisbane.

Bandara Brisbane menjadi bandara pertama di Australia yang menggunakan campuran bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF) berbasis minyak jelantah untuk operasional pesawat. Bahan bakar ramah lingkungan tersebut diproduksi oleh Viva Energy melalui Terminal Pinkenba.

Campuran bahan bakar dari minyak jelantah ini tidak menggantikan seluruh bahan bakar konvensional, melainkan dicampurkan dengan bahan bakar jet yang sudah digunakan sebelumnya. Setelah melalui proses penyimpanan, pencampuran, sertifikasi, dan pengujian, bahan bakar tersebut dialirkan melalui sistem distribusi yang sama seperti bahan bakar pesawat biasa.

Bagi penumpang dan pilot, penggunaan bahan bakar ini tidak mengubah aktivitas penerbangan sehari-hari. Namun, di balik layar, proyek tersebut menjadi bagian dari upaya industri penerbangan Australia mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

CEO Viva Energy Scott Wyatt mengatakan pengembangan bahan bakar berkelanjutan menjadi semakin penting setelah gejolak geopolitik global memicu kenaikan harga minyak dunia.

Menurutnya, pengalaman menghadapi gangguan pasokan energi menunjukkan pentingnya Australia memiliki sumber bahan bakar alternatif yang lebih beragam.

“Transisi ini merupakan perjalanan penting bagi kami, tetapi akan memakan waktu lebih lama dari yang kami inginkan,” ujar Wyatt.

Ia menilai bahan bakar terbarukan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi emisi karbon dari sektor penerbangan. Pembangunan fasilitas penyimpanan di Pinkenba menjadi bagian awal dari rencana yang lebih besar, termasuk pengembangan fasilitas bahan bakar penerbangan berkelanjutan di Victoria dan proyek pengolahan bahan baku biogenik di Geelong.

Viva Energy memperkirakan dengan dukungan kebijakan yang tepat, Australia berpotensi menggantikan sebagian kebutuhan minyak mentah dengan bahan baku biogenik sebagai upaya menekan emisi dari bahan bakar hidrokarbon.

Sementara itu, CEO Brisbane Airport Corporation Gert-Jan de Graaff menyebut penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan sebagai langkah penting bagi masa depan industri penerbangan.

“Kemampuan untuk mendistribusikan bahan bakar penerbangan berkelanjutan langsung ke semua pesawat di Bandara Brisbane adalah sebuah terobosan besar,” katanya.

Proyek ini juga mencakup peningkatan fasilitas penyimpanan dengan kapasitas tangki mencapai 3,3 juta liter, sekaligus sistem pelacakan untuk menghitung manfaat lingkungan dari penggunaan bahan bakar tersebut.

Setelah Bandara Brisbane, sejumlah bandara lain di Queensland dikabarkan mulai mempertimbangkan penggunaan bahan bakar serupa. Langkah ini menjadi sinyal bahwa industri penerbangan mulai bergerak menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan di tengah tantangan perubahan iklim dan ketidakstabilan harga minyak global. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *