Tangan Jahil Penonton Dangdut Masih Terjadi, Ini Cara Biduan Melindungi Diri Saat Manggung

WhatsApp Image 2026 07 01 at 00.03.15
Ilustrasi tangan jahil penonton dangdut kepada biduan. Foto: Istimewa

DINEWS.ID – Panggung dangdut identik dengan interaksi yang dekat antara penyanyi dan penonton. Namun, di balik kemeriahan tersebut, sebagian biduan masih menghadapi tindakan tidak pantas, seperti tangan jahil dari oknum penonton saat memberikan saweran. Kondisi ini membuat para penyanyi harus memiliki cara tersendiri untuk menjaga keamanan selama tampil.

Interaksi langsung menjadi salah satu ciri khas pertunjukan dangdut. Penonton kerap naik ke atas panggung untuk berjoget atau memberikan saweran kepada penyanyi. Sayangnya, tidak semua interaksi berlangsung dengan sopan.

Masih ada oknum penonton yang memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan sentuhan fisik yang tidak diinginkan. Karena itu, para biduan perlu tetap waspada agar dapat bekerja dengan aman dan nyaman.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko menjadi korban tangan jahil saat manggung.

1. Jaga jarak aman dengan penonton

Saat menerima saweran, penyanyi sebaiknya tetap menjaga jarak yang cukup dengan penonton. Uang dapat diterima tanpa harus membiarkan penonton mendekat secara berlebihan.

2. Manfaatkan kru sebagai pengaman

Kehadiran kru atau personel orkes di sekitar panggung dapat membantu mengawasi situasi. Mereka juga dapat segera bertindak jika ada penonton yang mulai bertindak tidak sopan.

3. Gunakan tata panggung yang lebih aman

Panggung yang memiliki pembatas atau ruang gerak yang cukup dapat mengurangi kontak fisik langsung antara penyanyi dan penonton. Penyelenggara acara juga dapat mengatur jalur khusus bagi penonton yang ingin memberikan saweran.

4. Berani menolak tindakan yang tidak pantas

Apabila ada penonton melakukan sentuhan yang tidak diinginkan, penyanyi berhak menolak dan meminta bantuan kru atau panitia. Keselamatan dan kenyamanan saat bekerja harus menjadi prioritas.

5. Libatkan petugas keamanan

Untuk acara yang diperkirakan dihadiri banyak orang, kehadiran petugas keamanan sangat penting. Mereka dapat mengatur kerumunan sekaligus menindak penonton yang mengganggu jalannya pertunjukan.

6. Terapkan aturan saweran yang jelas

Panitia dapat membuat aturan bahwa saweran diberikan melalui wadah khusus atau diserahkan kepada kru. Cara ini membantu mengurangi kontak fisik yang berpotensi memicu pelecehan.

7. Penonton juga memiliki tanggung jawab

Memberikan saweran merupakan bentuk apresiasi terhadap penyanyi. Namun, apresiasi tersebut harus dilakukan dengan menghormati batasan pribadi. Menyentuh tubuh penyanyi tanpa persetujuan bukan bagian dari budaya saweran dan dapat dikategorikan sebagai tindakan yang tidak pantas.

Pada akhirnya, menciptakan pertunjukan dangdut yang aman bukan hanya menjadi tanggung jawab biduan, tetapi juga panitia, petugas keamanan, serta seluruh penonton. Dengan saling menghormati, tradisi saweran tetap dapat berlangsung tanpa mengorbankan kenyamanan dan keselamatan para pengisi acara. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *