Daerah  

Dahan Pohon Rambutan Patah Timpa Halaman Kantor UDC di Bogor

WhatsApp Image 2026 06 22 at 21.21.10 1
Dahan pohon rambutan berukuran besar patah di Jalan A. Yani, Tanah Sareal, Kota Bogor, Senin (22/06).

DINEWS.ID – Dahan pohon rambutan berukuran besar patah dan menimpa area halaman belakang sebuah kantor di Jalan A. Yani, Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Senin (22/6/2026).

Peristiwa itu terjadi di Jalan A. Yani No. 68, RT 002/RW 003. Berdasarkan data Pusdalops-PB BPBD Kota Bogor, dahan yang patah memiliki panjang sekitar 10 meter dengan diameter mencapai 20 sentimeter.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut dari warga melalui media sosial pada pukul 10.00 WIB.

“Laporan masuk dari warga terkait adanya dahan pohon patah di area perkantoran. Setelah dilakukan pengecekan di lokasi, diketahui dahan pohon rambutan sepanjang kurang lebih 10 meter itu patah akibat kondisi kayu yang sudah lapuk,” kata Dimas, Senin.

Mendapat laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kota Bogor langsung bergerak ke lokasi pada pukul 10.05 WIB untuk melakukan assessment dan penanganan.

Sebanyak sembilan personel TRC-PB dikerahkan dalam proses evakuasi. Penanganan dilakukan bersama pihak Kelurahan Tanah Sareal serta pengurus RT dan RW setempat.

Petugas kemudian memotong dan mengevakuasi material dahan menggunakan gergaji mesin agar tidak mengganggu aktivitas di area belakang kantor PT UDC.

Proses penanganan berlangsung selama sekitar dua jam. Seluruh material dahan yang patah berhasil dibersihkan dan lokasi kembali dinyatakan aman pada pukul 12.30 WIB.

“Alhamdulillah, penanganan berjalan lancar berkat kolaborasi petugas BPBD, pihak kelurahan, dan pengurus lingkungan setempat. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan yang memerlukan penanganan darurat lanjutan,” ujar Dimas.

BPBD Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang maupun dahan patah selama cuaca ekstrem masih berlangsung, terutama pada pohon-pohon yang sudah berusia tua atau menunjukkan tanda-tanda pelapukan. (Yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *