Daerah  

Diduga Akan Tawuran, Pelajar SMK Tri Dharma Diamankan Polresta Bogor Kota

WhatsApp Image 2026 06 12 at 18.47.03
Puluhan pelajar dari dua sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Kota Bogor diamankan jajaran Polresta Bogor Kota, Jumat (12/6).

DINEWS.ID – Puluhan pelajar dari dua sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Kota Bogor diamankan jajaran Polresta Bogor Kota karena diduga hendak melakukan aksi tawuran di kawasan Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Jumat (12/6/2026).

Pengamanan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait adanya kerumunan pelajar yang mencurigakan di luar jam sekolah. Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas langsung menuju lokasi dan membubarkan kelompok pelajar sebelum terjadi bentrokan.

Berdasarkan data Satgas Pelajar Kota Bogor, para pelajar yang diamankan diduga merupakan siswa dari SMK Tri Dharma 1 dan SMK Tri Dharma 2 Kota Bogor.

Anggota Satgas Pelajar Kota Bogor, Martin, mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai adanya rencana tawuran yang melibatkan sejumlah pelajar.

“Kami menerima informasi adanya rencana tawuran yang melibatkan sejumlah pelajar. Alhamdulillah bisa segera diantisipasi oleh Polresta Bogor Kota sehingga tidak sampai terjadi bentrokan di jalan raya,” ujar Martin, Jumat (12/6/2026).

Menurut Martin, upaya pencegahan tawuran tidak cukup hanya dilakukan oleh aparat kepolisian dan pihak sekolah. Ia menilai peran orang tua sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak di luar jam belajar.

“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua yang memiliki anak usia pelajar agar lebih memperhatikan pergaulan dan aktivitas anaknya. Pastikan mereka langsung pulang ke rumah setelah kegiatan belajar selesai dan tidak terlibat dalam kelompok yang berpotensi memicu tawuran,” katanya.

Martin juga mengingatkan para pelajar mengenai dampak negatif tawuran, baik dari sisi keselamatan maupun konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan apabila terbukti melakukan tindak pidana.

Usai diamankan, para pelajar dibawa ke Mapolresta Bogor Kota untuk menjalani pendataan dan pembinaan. Pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah serta orang tua masing-masing siswa sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Mari kita jaga anak-anak kita bersama. Masa depan mereka jauh lebih penting daripada terlibat dalam aksi tawuran yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tutup Martin. (Yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *