DINEWS.ID – Proyek penataan sarana prasarana yang digulirkan pemerintah pusat membawa dampak instan bagi popularitas madrasah di mata masyarakat urban. Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Bogor, Abdul Aziz, mengungkapkan bahwa angka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolahnya langsung melonjak drastis setelah fasilitas gedung rampung direvitalisasi.
Kenaikan jumlah peminat tersebut terjadi seiring dengan berubahnya wajah fisik satu-satunya madrasah tsanawiyah negeri di Kota Hujan ini. Anggaran jumbo senilai Rp5,5 miliar dikucurkan untuk membenahi seluruh fasilitas kelas yang sebelumnya mengalami kerusakan.
”Efek positif yang sangat kami rasakan dari penataan fisik ini adalah meningkatnya kepercayaan masyarakat secara luar biasa. Jika dulu madrasah mungkin sempat dipandang sebelah mata, sekarang kondisinya justru berbalik total,” ujar Abdul Aziz, Rabu (10/6/2026) pagi.
Pendaftar Membeludak, Separuh Calon Siswa Terpaksa Tersisih
Abdul Aziz membeberkan data kuantitatif yang menunjukkan tingginya animo para orang tua untuk menyekolahkan anak mereka di MTsN 1 Kota Bogor pada musim ajaran baru kali ini. Hanya dalam kurun waktu dua hari pasca-sistem pendaftaran daring dibuka resmi, server panitia langsung diserbu ratusan berkas pendaftar.
”Baru dibuka selama dua hari kemarin, jumlah pendaftar jalur PPDB kami langsung melesat mencapai 681 calon siswa. Sementara itu, daya tampung kuota ruangan yang kami miliki saat ini hanya tersedia untuk 320 kursi siswa saja,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat tim panitia PPDB internal sekolah harus bekerja ekstra keras melakukan penyaringan ketat. Keterbatasan kuota ruang kelas memaksa pihak sekolah untuk menyeleksi dan mengeliminasi hingga 50 persen dari total keseluruhan pendaftar yang masuk demi menyesuaikan kapasitas ruangan yang ada.
Lebih lanjut, Abdul Aziz menceritakan suasana haru sekaligus gembira yang menyelimuti lingkungan internal sekolah saat para guru dan anak didik mulai menjajal fasilitas baru hasil pengerjaan Kementerian PUPR tersebut.
”Jujur, saya bersama seluruh dewan guru sampai terharu. Saat bangunan baru ini selesai dan anak-anak dikabari bahwa mereka sudah bisa pindah belajar ke ruang kelas yang baru, mereka langsung berteriak kegirangan di sekolah,” ungkapnya.
Proyek penataan ini mencakup perbaikan menyeluruh pada 23 ruang kelas, di mana 11 kelas sudah selesai dan digunakan secara aktif, sementara 12 kelas sisanya ditargetkan rampung total pada 21 Juni 2026 mendatang. Konstruksi fisik yang matang ini turut ditopang penggantian meja serta kursi belajar siswa yang kusam menjadi fasilitas mebeler baru yang representatif.
Atas berkah perubahan besar ini, pihak sekolah melayangkan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah menjadikan program revitalisasi satuan pendidikan ini sebagai program prioritas nasional, serta apresiasi kepada jajaran kementerian terkait yang mengawal proyek di lapangan.
”Kami berharap dengan fasilitas yang serba baru dan modern ini, MTsN 1 Kota Bogor bisa tumbuh menjadi salah satu sekolah paling favorit dan pilihan utama masyarakat,” pungkas Abdul Aziz. (Yis)













