DINEWS.ID – Pemerintah Haiti menetapkan tiga hari berkabung nasional untuk mengenang korban Badai Melissa yang melanda negara itu pekan lalu. Langkah ini diumumkan oleh Kantor Perdana Menteri Alix Didier Fils-Aimé pada Senin (3/11/2025).
“Senin, 3 November, Selasa, 4 November, dan Rabu, 5 November 2025 ditetapkan sebagai hari berkabung nasional untuk mengenang para korban bencana,” bunyi pernyataan resmi pemerintah. Selama masa berkabung, bendera nasional dikibarkan setengah tiang, tempat hiburan ditutup, dan media diminta menayangkan program khusus bertema solidaritas nasional.
Badan Pertahanan Sipil Haiti melaporkan sedikitnya 30 orang tewas dan sekitar 20 lainnya hilang akibat badai yang melumpuhkan sejumlah wilayah. Selain itu, pemerintah juga memberlakukan status darurat di beberapa departemen mulai 3 November 2025 hingga 3 Februari 2026. Status ini dimaksudkan untuk mempercepat penyaluran bantuan kemanusiaan, menjaga keamanan, dan memulihkan aktivitas vital masyarakat.
Badai Melissa mendarat di Jamaika pada 28 Oktober 2025 sebagai badai kategori lima, menimbulkan banjir besar dan kerusakan infrastruktur parah. Badai kemudian bergerak melintasi Kuba, Republik Dominika, Haiti, dan beberapa negara kepulauan di Karibia, meninggalkan kerusakan luas.
Pemerintah Haiti kini bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan internasional untuk menyalurkan bantuan dan membangun kembali wilayah terdampak.







