DINEWS.ID – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menargetkan Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, menjadi pusat wisata halal dan destinasi wisata Muslim terbesar di kawasan ASEAN.
Dalam kunjungan perdananya ke Pulau Penyengat, Jumat (17/10/2025), Menpar Widiyanti menegaskan komitmen pemerintah untuk mempromosikan pulau bersejarah itu hingga ke mancanegara melalui berbagai program pariwisata nasional.
“Hari ini kita berada di Bumi Gurindam 12, tanah kelahiran Raja Ali Haji, seorang ulama dan pujangga besar Riau-Lingga. Karya pantun, syair, dan pedoman bahasanya menjadi cikal bakal bahasa Indonesia yang kita gunakan sebagai bahasa persatuan,” ujar Widiyanti.
Menurutnya, Pulau Penyengat memiliki nilai historis dan kultural yang tinggi sebagai pusat peradaban Melayu Islam pada abad ke-19. “Kami optimistis Pulau Penyengat akan menjadi pusat wisata halal dan Muslim terbesar di ASEAN,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Menpar juga menyerahkan sertifikat halal kepada 24 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Pulau Penyengat. Ia berharap seluruh produk lokal dapat tersertifikasi halal agar semakin diminati wisatawan, khususnya dari kalangan Muslim.
“Selain memperkuat citra wisata halal, sertifikasi ini juga meningkatkan daya saing produk lokal untuk menjangkau pasar global,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyatakan pemerintah daerah terus mempercantik Pulau Penyengat melalui pembangunan infrastruktur, penguatan cerita budaya, serta pengembangan 44 situs sejarah di wilayah tersebut.
Ansar menyebut Pulau Penyengat menjadi destinasi favorit wisatawan asing, terutama dari Malaysia dan Singapura. Ia juga mengajak wisatawan domestik datang untuk mengenal sejarah penting pulau tersebut yang berkontribusi terhadap lahirnya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
“Kami yakin Pulau Penyengat akan terus berkembang menjadi pusat pariwisata halal, apalagi sudah dua kali meraih predikat desa wisata rintisan terbaik tingkat nasional,” kata Ansar.







