400 Aktivis Kemanusiaan Global Sumud Flotilla Diculik Pasukan Israel

400 aktivis kemanusiaan
Tangkapan layar video menunjukkan tentara angkatan laut Israel berada di atas salah satu kapal armada Global Sumud Flotilla yang dicegat saat mendekati pantai Gaza pada Kamis dini hari, 2 Oktober 2025. Foto : Global Sumud Flotilla.

DINEWS.ID – Sebanyak 400 aktivis kemanusiaan dari berbagai negara yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) dilaporkan diculik oleh pasukan Israel. Informasi ini disampaikan Koordinator Indonesian Global Peace Convoy (IGPC) sekaligus peserta GSF, Muhammad Husein, setelah tiba di Indonesia, Sabtu (4/10/2025) malam.

Husein menjelaskan, peristiwa itu terjadi setelah kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza dibajak di perairan internasional.

“Ya, bukan diamankan, diculik. Ada sekitar 400 lebih aktivis kemanusiaan dari berbagai negara yang diculik oleh Israel setelah kapal dibajak,” ujarnya saat ditemui di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang dikutip dari beritasatu.com

Sebagian besar relawan dikabarkan masih ditahan di sebuah penjara di wilayah Netop, sekitar 30 kilometer dari perbatasan Mesir. Mereka mendapat pendampingan hukum dari lembaga kemanusiaan Palestina.

Menurut Husein, sebagian aktivis dijadwalkan akan segera dideportasi, termasuk sekitar 40 warga negara Turki dan beberapa warga Malaysia. Sementara itu, relawan lainnya akan dipulangkan ke negara masing-masing setelah proses pemeriksaan.

Misi Global Sumud Flotilla merupakan gerakan solidaritas internasional yang mengirim kapal bantuan berisi obat-obatan dan bahan pangan ke Jalur Gaza. Kapal tersebut dicegat oleh pasukan Israel sebelum mencapai wilayah tujuan.

Husein menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap hukum kemanusiaan internasional. Ia menyerukan agar komunitas internasional mengambil langkah tegas untuk menekan Israel menghentikan tindakan represif terhadap relawan kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *