DINEWS.ID – Harga telur ayam di Pasar Muka Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Dari sebelumnya Rp 26.000 per kilogram, kini harga telur mencapai Rp 32.000 per kilogram.
Kenaikan tersebut terjadi secara bertahap selama tiga hari terakhir, masing-masing dari Rp 27.000, kemudian Rp 28.000, hingga kini menembus Rp 32.000 per kilogram.
Salah satu pedagang telur di Pasar Muka Cianjur, Agus Salim, mengatakan lonjakan harga dipicu oleh meningkatnya kebutuhan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah, serta naiknya harga pakan ayam.
“Dampak dari pakan naik, juga karena program MBG, jadi pasokan ke pasar berkurang karena banyak yang langsung disalurkan ke dapur MBG,” ujar Agus, Kamis (9/10/2025).
Ia menambahkan, kenaikan harga tersebut membuat sejumlah pembeli mengeluh dan mengurangi jumlah pembelian. Selain itu, distribusi dari pemasok sempat mengalami keterlambatan. “Pengiriman kemarin sempat telat, tapi pasokan tidak terlalu sulit, hanya agak terlambat,” ujarnya.
Agus belum dapat memastikan sampai kapan harga telur akan terus naik, namun memprediksi harga bisa kembali meningkat jika pasokan belum normal.
Sementara itu, salah satu pembeli, Lilis, mengaku tetap membeli telur meski harganya melonjak. “Sekarang memang mahal, Rp 32.000 per kilo, biasanya di bawah Rp 30.000. Tapi karena kebutuhan sehari-hari, tetap beli meskipun mahal,” katanya.
Ia berharap harga telur segera turun ke harga normal seperti sebelumnya, di kisaran Rp 26.000 hingga Rp 27.000 per kilogram.







