DINEWS.ID – Militer Israel melanjutkan operasi militer besar-besaran di Kota Gaza dan wilayah sekitarnya pada Sabtu (20/9/2025). Serangan yang menargetkan terowongan bawah tanah dan struktur militer tersebut menewaskan sedikitnya 60 warga Palestina, menurut otoritas kesehatan Gaza.
Serangan ini berlangsung menjelang rencana pengakuan negara Palestina oleh sejumlah negara pada hari Senin, bertepatan dengan sidang Majelis Umum PBB. Beberapa negara Barat termasuk Inggris, Kanada, dan Belgia dijadwalkan mengakui Palestina sebagai negara merdeka.
Pasukan Israel kini menguasai wilayah timur Kota Gaza dan menggempur daerah Sheikh Radwan serta Tel Al-Hawa. Wilayah tersebut disebut sebagai pintu masuk menuju bagian tengah dan barat kota, tempat sebagian besar warga Gaza bertahan.
Militer Israel mengeklaim telah meruntuhkan sekitar 20 blok menara dalam dua pekan terakhir. Media melaporkan sekitar 40.000 warga Palestina telah meninggalkan Gaza City, meski Hamas membantah angka tersebut dan menyebutkan masih ada sekitar 900.000 warga yang bertahan termasuk sandera Israel.
Sayap militer Hamas merilis peringatan melalui Telegram bahwa nyawa sandera terancam akibat serangan Israel. Hamas juga menuding militer Israel telah menghancurkan lebih dari 1.800 rumah warga dan lebih dari 13.000 tenda pengungsi sejak 11 Agustus.
Dalam konflik yang berlangsung hampir dua tahun, serangan Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 65.000 warga Palestina, memperburuk krisis pangan, menghancurkan ribuan bangunan, dan memaksa jutaan warga mengungsi berulang kali.







