Generasi Z Rentan Alami Kelelahan Digital, Mahasiswa Paling Terdampak

Generasi Z
Generasi Z Rentan Alami Kelelahan Digital. Foto : Ilustrasi/freepik.com

DINEWS.IDGenerasi Z disebut menjadi kelompok paling rentan mengalami kelelahan digital atau digital fatigue, karena hampir seluruh aktivitas mereka terhubung dengan gawai dan internet.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Taufiqur Rahman, menjelaskan, digital fatigue merupakan kondisi lelah secara fisik maupun mental akibat paparan perangkat digital yang berlebihan dan berkesinambungan.

“Secara sederhana, digital fatigue adalah kelelahan fisik dan psikis yang muncul karena penggunaan media digital terlalu intens,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).

Taufiq menambahkan, mahasiswa menjadi kelompok paling rentan karena termasuk generasi yang sangat aktif mengakses media sosial dan internet. Kelelahan digital ini tidak hanya menurunkan kemampuan konsentrasi, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental.

Gejala yang muncul antara lain sulit fokus, mudah lelah, serta keluhan fisik seperti sakit kepala dan ketegangan mata.

“Kalau sudah berlarut, bahkan bisa mengarah pada depresi. Awalnya memang menyerang fisik, misalnya mata cepat lelah karena menatap layar terlalu lama. Namun, lama-kelamaan dapat mengganggu psikologis juga,” kata Taufiq.

Menurut dia, derasnya arus informasi dengan konten beragam setiap hari memperparah kondisi ini. Beban mental mahasiswa semakin berat karena harus mencerna terlalu banyak informasi dalam waktu singkat. Akibatnya, kelelahan fisik juga semakin meningkat karena dipengaruhi oleh kelelahan psikis.

Meski demikian, Taufiq menekankan bahwa penggunaan teknologi digital tetap tidak bisa dihindari, terutama di dunia pendidikan. Solusi yang ditawarkan adalah mengatur keseimbangan penggunaan teknologi, termasuk menerapkan digital detox sebagai langkah pencegahan maupun pemulihan.

“Kalau sudah muncul gejala tidak sehat, misalnya sulit fokus, cepat lelah, atau gangguan pada mata, digital detox perlu dijalankan. Caranya bisa dengan mengurangi jam penggunaan, membatasi akses hanya pada hal-hal penting, serta menghindari aktivitas scrolling yang tidak perlu,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *