DINEWS.ID – Sebanyak 300 rumah warga Kota Bogor akan mendapatkan bantuan bedah rumah dari pemerintah pusat. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki rumah tidak layak huni (RTLH) bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan fisik tersebut berasal dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP), yang selanjutnya akan disalurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kepada warga penerima.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap konsistensi Pemkot Bogor dalam menjalankan program hunian berkelanjutan.
“Hadiah ini diberikan kembali ke masyarakat dalam bentuk perbaikan rumah sebanyak 300 unit. Ini membuktikan konsistensi keberpihakan kita kepada masyarakat untuk perbaikan rumah tidak layak huni,” ungkap Dedie di Kantor Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim), Senin (31/8/2026).
300 Unit Bedah Rumah Segera Disalurkan
Bantuan bedah rumah Kota Bogor tersebut akan diberikan kepada warga yang memenuhi kriteria penerima.
Pemkot Bogor melalui Disperumkim akan melakukan proses pendataan dan memastikan bantuan perbaikan rumah diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Program ini sekaligus memperkuat upaya pemerintah daerah dalam menangani persoalan RTLH yang masih terdapat di sejumlah wilayah Kota Bogor.
Pemkot Fokus pada Warga yang Membutuhkan
Kepala Disperumkim Kota Bogor Chusnul Rozaqi mengatakan jajarannya terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan bantuan perbaikan rumah tepat sasaran.
Fokus utama diarahkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya warga yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 5.
“Ini memotivasi kami untuk terus menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait perbaikan rumah tidak layak huni,” ujar Chusnul.
Menurutnya, pendataan dan verifikasi menjadi bagian penting agar program perbaikan rumah dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
2.000 RTLH Penyintas TBC Juga Dapat Bantuan
Selain bantuan 300 unit bedah rumah, warga Kota Bogor juga mendapatkan alokasi program perbaikan RTLH dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Tahun ini, sebanyak 2.000 unit rumah mendapatkan alokasi perbaikan dengan nilai bantuan Rp30 juta untuk setiap rumah.
Program tersebut dikhususkan bagi keluarga penyintas Tuberkulosis (TBC).
Dedie menginstruksikan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial segera menyelesaikan pemetaan data warga yang menjadi calon penerima bantuan.
Data tersebut kemudian akan diserahkan kepada Kemenkes untuk menjalani proses verifikasi lapangan.
Perbaikan Rumah Dukung Penanganan TBC
Program perbaikan RTLH bagi keluarga penyintas TBC menjadi bagian dari upaya pemerintah menangani persoalan kesehatan sekaligus kondisi hunian masyarakat.
Pemkot Bogor berharap proses pendataan yang akurat dapat memastikan bantuan diterima keluarga yang sesuai dengan kriteria program.
Langkah tersebut juga diharapkan dapat mendukung upaya menekan angka prevalensi TBC di wilayah Bogor.
204 RTLH Dibangun melalui Dana CSR
Sumber bantuan perbaikan hunian warga Kota Bogor tidak hanya berasal dari pemerintah pusat.
Pada 2026, sebanyak 204 unit RTLH juga mendapatkan pembangunan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Budha Tzu Chi.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pihak ketiga dalam memperluas cakupan program perbaikan rumah warga.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, Pemkot Bogor dapat menambah jumlah rumah yang ditangani di luar program yang bersumber dari pemerintah pusat.
Pemkot Bogor Targetkan 1.138 RTLH dari APBD

Di luar bantuan pemerintah pusat dan CSR, Pemkot Bogor juga memiliki program perbaikan rumah melalui APBD 2026.
Pemerintah daerah menargetkan perbaikan mandiri sebanyak 1.138 unit RTLH sepanjang tahun ini.
Program tersebut melanjutkan capaian tahun sebelumnya. Pada 2025, Pemkot Bogor berhasil merealisasikan renovasi sebanyak 2.122 rumah warga.
Berbagai sumber pendanaan tersebut menunjukkan upaya Pemkot Bogor memperluas program perbaikan rumah tidak layak huni melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian, dan pihak swasta.
Program bedah rumah diharapkan dapat meningkatkan kualitas hunian sekaligus membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki tempat tinggal yang lebih layak. (Yis)
Editor: YB













