DINEWS.ID – Dedie A. Rachim meninjau langsung aliran Kali Cibala di jembatan Jalan PLN–Jalan Tumenggung Wiradireja, Kecamatan Bogor Utara, sebagai respons atas curah hujan ekstrem yang berpotensi memicu banjir dan genangan.
Inspeksi dilakukan bersama jajaran Dinas PUPR, aparatur wilayah, dan pihak PLN. Pemerintah Kota Bogor kini tengah menyiapkan langkah konkret untuk mengantisipasi dampak peningkatan intensitas hujan yang mencapai 120 milimeter, jauh di atas kondisi normal.
Dedie Rachim menegaskan bahwa perubahan cuaca saat ini tidak lagi sekadar fenomena perubahan iklim, melainkan sudah mengarah pada krisis iklim. Ia juga menyoroti pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama terkait kebiasaan membuang sampah ke aliran sungai.
Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan adanya penyempitan aliran Kali Cibala akibat bangunan di bantaran sungai, serta penumpukan sampah seperti plastik, styrofoam, hingga perabot rumah tangga. Kondisi ini memperparah aliran air saat debit dari hulu meningkat.
Sejumlah warga disebut telah bersedia memundurkan bangunannya untuk memperlebar saluran air. Namun, masih terdapat titik lain yang menjadi hambatan dan perlu penanganan lebih lanjut.
Pemkot Bogor bersama PLN juga berkoordinasi untuk penyesuaian infrastruktur, termasuk kemungkinan peninggian jembatan dan penyesuaian jaringan kabel listrik agar tidak menghambat aliran air.
Menurut Dedie, penyebab utama limpasan air adalah ketidakseimbangan antara debit air dari hulu dan kapasitas tampung di hilir. Ia mengingatkan pentingnya kesadaran bersama dalam merespons kondisi ini secara bijak.
Sementara, Manajer PLN Bogor, Gumelar, mengatakan bahwa PLN siap bersinergi dengan Pemkot Bogor.
“Kami sudah melakukan survei, kemudian akan ditindaklanjuti dengan pengusulan anggaran. Sehingga ketika Pemerintah Kota Bogor mulai meninggikan jembatan, kami juga bisa bersinergi melalui penyesuaian ketinggian kabel,” ujarnya.
/***













